Yesus Bukan Pribadi Yang 'Pasrah'

Yesus Bukan Pribadi Yang 'Pasrah'

Papa Henokh Hizkia Immanuel Simamora Official Writer
      7903
Show English Version

Lukas 7 : 34

Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.

 

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]amsal11[/kitab]; [kitab]yohan21[/kitab]; [kitab]kidun4-6[/kitab]

 

Banyak orang berpikir kalau Tuhan Yesus adalah pribadi yang "pengalah, pasrah dan pendiam", karena kebanyakan orang hanya melihat pribadi Yesus saat ditangkap, dipermainkan dan dianiaya oleh tentara Romawi hingga mati konyol karena tidak melakukan perlawanan. Seolah-olah Yesus menyetujui apa yang dituduhkan imam-imam Yahudi.

Padahal kalau kita membaca seluruh kisah Yesus di Injil kita akan mendapati keutuhan pribadi Yesus yang bisa membantah, dan bahkan marah kepada orang Farisi dan Ahli Taurat maupun kepada orang-orang yang dekat pada-Nya bila mereka salah menafsirkan perkataan maupun tindakan-Nya. Tuhan Yesus selalu menghadapi mereka dan membantah pernyataan mereka tersebut. Bahkan Ia pernah marah besar ketika Ia dikatakan mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.

Hal yang sama pernah dilakukan Ayub, ketika teman-temannya ‘ngotot’ menuduh Ayub punya dosa kepada Allah sebagai penyebab musibah yang dialaminya. Ayub tidak mau menyetujui label maupun predikat yang hendak diberikan oleh teman-temannya Ayub. Sebaliknya Ayub menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah.

[kitab]Lukas7:33-35[/kitab] merupakan salah satu bukti bahwa Tuhan Yesus bukan pribadi yang “nerimo” dan “diam” saja bila masyarakat, teman maupun pemimpin agama/negara mencoba merusak gambar diri-Nya sebagai Anak Allah. Tapi ayat tersebut sekaligus jadi bukti kalau Tuhan Yesus tidak hidup di bawah hukum/adat istiadat, karena itu Ia dengan bebas bisa menerima dan berteman dengan semua orang apa pun dosanya. Dan yang luar biasa Yesus berhasil membuat banyak orang berdosa tersebut berubah.

Memang sulit untuk bisa menjadi seperti yang Yesus lakukan bila kenyataannya diri kita masih hidup menurut kata orang, dalam ketakutan, kekecewaan dan kebencian. Tapi bukan berarti hal itu tidak bisa diterobos dan diubahkan, sebab kita adalah manusia baru, kita adalah anak Allah, kita pasti bisa berubah dan membawa perubahan bagi lingkungan kita! Sebab ada potensi yang begitu besar di dalam manusia baru kita, potensi sebagai anak Allah!

Semua yang lahir dari Allah hidup oleh iman dan imanlah yang bisa mengalahkan dunia, jadi tunduklah pada apa kata TUHAN dan bukan pada apa yang dikatakan dunia!

Ikuti Kami