Hubungan Yang Tanpa Ritual

Hubungan Yang Tanpa Ritual

Puji Astuti Official Writer
      6152
Show English Version

Yohanes 15:15

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Bacaan Alkitab Setahun [kitab]Amsal1[/kitab] ; [kitab]Wahyu7[/kitab]; [kitab]Ester7-8[/kitab]

Di taman Eden, kita melihat hubungan ideal Tuhan dengan manusia. Adam dan Hawa menikmati persahabatan yang akrab dengan Tuhan. Tidak ada ritual, upacara atau agama - hanya hubungan kasih yang sederhana. Tidak ada rasa bersalah atau rasa takut, mereka menjalin hubungan dengan penuh kasih. Namun yang terjadi setelah kejatuhan Adam dan Hawa semua itu hilang, manusia bukan hanya mati karena jatuh dalam dosa, namun juga kehilangan persahabatan dengan Tuhan, bahkan menjadi musuh-Nya.

Tetapi kehadiran Yesus ke dalam dunia ini mengubah segalanya, ketika Ia mati di kayu salib itu untuk menebus manusia yang telah jatuh dalam dosa, tirai di Bait Allah robek, sebuah simbol bahwa tidak ada lagi penghalang untuk manusia kembali membangun hubungan yang penuh kasih dengan Allah, sebagai seorang sahabat. Itulah sebabnya Yesus berkata, "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat." Tuhan rindu untuk kembali membangun hubungan yang indah itu, Ia ingin mendapatkan persahabatan kembali dengan manusia.

Kini, ada satu jalan menuju hubungan yang penuh kasih dengan Tuhan itu kembali, yaitu melalui Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus. Sebab melalui pengorbanan Yesus kita manusia yang berdosa telah dibenarkan dan dikuduskan. Oleh kasih karunia dalam pengorbanan Yesus Kristus yang Tuhan tawarkan kepada semua manusia, Ia mengundang kita untuk membangun persahabatan yang intim kembali dengan-Nya seperti yang telah Ia rancangkan sejak mulanya, tanpa ritual, tanpa upacara atau agama, hanya sebuah hubungan kasih yang sederhana.

Melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib, Tuhan menawarkan sebuah persahabatan yang tulus dan penuh kasih kepada umat manusia.

Ikuti Kami