Musim Baru untuk Menabur dan Menuai
Kalangan Sendiri

Musim Baru untuk Menabur dan Menuai

Lori Official Writer
      449

Ayat Renungan: Kejadian 8:22“Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”

 

Sebelum lebih jauh belajar tentang kebenaran Firman Tuhan pagi ini, mari merenungkan satu pertanyaan untuk mengawali tahun ini: Dalam hal apa Anda akan menginvestasikan hidup Anda sepanjang tahun ini? Apakah waktu, tenaga, uang, dan hidup Anda akan diarahkan pada hal-hal yang bersifat kekal? Saya mengajak kita semua menjawab pertanyaan ini dengan jujur.

Memasuki minggu pertama di tahun 2026 ini, kita patut mengucap syukur karena dua atau tiga minggu sebelumnya kita sudah liburan dan menghabiskan momen berharga bersama keluarga merayakan Natal dan pergantian tahun. Lalu kita kembali pulang dan memulai kembali ritme hidup yang baru dengan satu harapan, mimpi dan juga komitmen baru untuk kita kejar dan lakukan di tahun ini. 

Mari mengucap syukur untuk penyertaan Tuhan yang menghantarkan kita sampai di tahun yang baru ini. Tetapi bukan hanya sekadar mengucap syukur, kita juga perlu menyadari bahwa setiap hari yang kita punya itu sangat berharga - karena Dia mau kita menabur untuk menghasilkan buah. Seperti disampaikan dalam Kejadian 8: 22, “Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”  

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, dan tahun menandai pergantian musim baru dalam hidup kita. Setiap musim memiliki tujuannya masing-masing. Mungkin tahun lalu kita sedang menabur, dan tahun ini adalah saat untuk menuai hasilnya. Kita percaya bahwa hukum tabur-tuai ini akan terus berlaku sepanjang hidup kita. Karena itu, penting untuk terus bertanya pada diri sendiri: "Untuk apa aku menginvestasikan hidupku tahun ini? Benih apa yang perlu aku tabur?"

Kita sedang memasuki musim yang baru di tahun ini, mari terus fokus dan mengingatkan diri kita setiap hari akan Firman Tuhan hari ini dari Kejadian 8: 22, bahwa di setiap musim kehidupan yang baru kita perlu menabur dengan tekun, supaya di musim berikutnya kita siap menuai - entah kebahagiaan dalam pernikahan dan keluarga, kesuksesan dalam pelayanan atau pekerjaan, maupun kesejahteraan ekonomi dan kesehatan.

Mari berdoa agar Tuhan memberikan kita ketekunan dan hati yang rindu melayani sesama.

Ikuti Kami