Berapa Lama Lagi Kamu Berdukacita?

Renungan Harian / 19 November 2013

Kalangan Sendiri
Berapa Lama Lagi Kamu Berdukacita?
Yenny Kartika Official Writer
      11528
Show English Version

1 Samuel 16:1

Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku."

 

Bacaan Alkitab Setahun [kitab]mazmu141[/kitab]; [kitab]yohan18[/kitab]; [kitab]zakha1-3[/kitab]

 

Ketika Saul menjadi tidak setia kepada Tuhan, posisi dia sebagai raja atas Israel diganti oleh Daud. Nabi Samuel, sebagai orang yang mengurapi Saul, bersedih akan hal ini. Pasalnya, Samuel terlanjur mengasihi Saul dan menganggap dia sebagai jawaban Tuhan untuk masa depan Israel. Allah akhirnya berkata kepada Samuel, “Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.” (1 Sam 16:1)

Perkataan “Berapa lama lagi engkau berdukacita?” bukan berarti kita tidak boleh mengungkapkan emosi kita. Namun, Tuhan tidak ingin kita berduka tanpa henti. Hati Samuel jelas merasa terluka akibat perbuatan Saul karena sebelum Saul jatuh dalam dosa, awalnya dia adalah pribadi yang rendah hati. ([kitab]isamu15:17[/kitab])

Dari kedukaan Samuel dan apa yang Tuhan katakan, tampak bahwa Samuel begitu sedih dengan kejadian yang menimpa Saul. Namun Allah ingin Samuel—dan kita semua—mengetahui bahwa rencana-Nya tidak dapat digagalkan oleh pilihan-pilihan yang dibuat manusia. Allah sedang berkata kepada Samuel—dan kepada kita juga, “Hapus air matamu dan berjalanlah terus.”

Mengurung diri dalam masa lalu hanya akan membuat kita tidak dapat melihat masa depan. Jika keadaan mulai menahan kita untuk menjalani masa depan yang Tuhan telah rancangkan, maka ini saatnya bagi kita untuk maju ke depan. Apakah wajar jika kita merasa tersakiti? Ya. Justru jika kita tidak pernah bersedih saat dilukai, maka ada yang salah dengan kita. Namun, itu bukanlah akhir dari segalanya.

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?