"Sesorang Sahabat Menaruh Kasih Setiap Waktu” (Amsal 17:17)
[kitab]Mazmu61[/kitab]; [kitab]Marku5[/kitab]; [kitab]Bilan5-6[/kitab]
Hal tersulit dalam menjalin persahabatan adalah menempatkan diri dan menjadi teman. Artinya menyediakan waktu dan berupaya keras untuk menjaga persahabatan. Menyediakan waktu dan merencanakan waktu berkualitas merupakan masalah utama dalam menjalin persahabatan.
Waktu berkualitas adalah waktu yang diisi dengan kegiatan bersama yang menyenangkan seperti berolahraga, jogging, rekreasi, makan menonton film favorit, atau kegiatan lainnya. Selama melakukan kegiatan bersama, kita bisa menjalin percakapan intim, berbagi pengalaman dan perasaan, berbagi nilai-nilai yang dianut, pemikiran atau pendapat, serta rencana masa mendatang. Dalam hal ini, ketrampilan interpersonal harus dimanfaatkan terus-menerus sehingga relasi interpersonal yang positif dapat terjalin.
Ada tiga jalan yang dapat kita tempuh untuk memperoleh relasi positif yang kita butuhkan. Pertama, kita menunggu hingga datang seseorang yang mau menjadi teman. Kedua, meminta seseorang untuk menjadi teman dan ketiga, kita menjadikan diri kita sebagai teman orang lain. Sehingga, bila kita menginginkan teman, jadikanlah diri kita sendiri sebagai teman.
Saat ini kita diingatkan untuk menengok lagi apa yang selama ini kita lakukan dalam menjalin pertemanan. Apakah kita rela mendengar atau didengar oleh mereka? Selanjutnya, mari kita belajar terus untuk semakin cakap memanfaatkan waktu yang ada dengan terus membuka diri dalam proses pertemanan kita dengan sesama.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”