Saat kita marah, kita dikendalikan oleh situasi dan kondisi sekeliling kita. Bijaksanalah, kendalikan amarah, maka kita bisa mengatasi situasi dan kondisi sesulit apapun.
Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh. ~ Pengkotbah 7:9
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”