Tiga Kali Ditanyakan

Tiga Kali Ditanyakan

Lois Official Writer
      9375
Show English Version

Yohanes 21:17

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya : “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya : “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya : “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.”

 

Bacaan Alkitab Setahun : [kitab]Mazmu23[/kitab]; [kitab]Matiu23[/kitab]; [kitab]Kejad45-46[/kitab]

 

Petrus pernah menyangkal Yesus tiga kali saat dia ditanya dengan mengatakan bahwa dia tidak pernah mengenal Yesus saat Yesus dihakimi dan akan disalib. Tiga kali juga Yesus bertanya kepadanya apakah Petrus mengasihi Yesus. Tiga kali pula Petrus menjawab bahwa dia mengasihi Yesus. Dan tiga kali pula Yesus berkata padanya untuk menggembalakan domba-domba-Nya.

Alkitab katakan, setelah Petrus menyangkal Yesus tiga kali, maka dia menangis dengan sedihnya. Hatinya penuh penyesalan karena menyangkal Yesus. Setelah itu, dia menjadi nelayan kembali. Mungkin dia merasa tidak pantas menjadi murid Yesus kembali. Mungkin saat itu, penyesalannya begitu mendalam karena telah mengkhianati Yesus.

Namun, kita lihat bagaimana Petrus akhirnya mampu bangkit bahkan dialah yang bersuara paling vokal dan memberitakan tentang Yesus. Bahkan setelah Yesus katakan bagaimana dia harus meninggal karena-Nya, Petrus tidak mundur. Tiga kali ditanya, tiga kali dengan yakin dia menjawab. Tentunya, ada perubahan yang terjadi di dalam diri Petrus.

Penyesalan memang datang terlambat, namun tidak pernah melambatkan apa yang Yesus mau dalam hidup kita. Pertanyaan yang harus kita jawab adalah apakah kita benar-benar mengasihi-Nya? Perubahan apa yang telah Yesus lakukan melalui kita? Apakah kita sudah jadi alat yang efektif? Ketika Yesus bertanya, “Apakah engkau mengasihi Aku?”, apakah yang akan kita jawab?

Di masa lalu, ada banyak kesalahan dan dosa yang mungkin telah kita perbuat. Kita merasa malu dan mungkin tidak pantas. Kita merasa, kita tidak layak buat datang ke Tuhan. Tapi, Tuhan tetap menerima dan membersihkan kita. Dia mau pakai kita selama kita sendiri mau berubah. Tuhan yang seperti itulah yang layak kita sembah.

 

Di masa lalu, ada banyak kesalahan dan dosa yang mungkin telah kita perbuat. Kita merasa malu dan mungkin tidak pantas. Kita merasa, kita tidak layak buat datang ke Tuhan. Tapi, Tuhan mengasihi kita, Dia bersihkan kita. Tuhan yang layak disembah dan dimuliakan dalam hidup kita.

Ikuti Kami