Siap Saat Musimnya Tiba

Siap Saat Musimnya Tiba

Lori Official Writer
      3252

 2 Timotius 4: 2

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran

 

Bacaan Alkitab Setahun : [kitab]Mazmu6[/kitab]; [kitab]Wahyu12[/kitab]; [kitab]Nehem4-5[/kitab]

Dalam satu tahun, kita bisa melewati beragam musim seperti musim dingin, musim semi, musim panas dan musim gugur. Hal ini juga bisa merujuk pada waktu yang ditandai dengan kondisi tertentu, seperti musim kebangkitan. Sebagian lain menggunakan kata ‘musim’ sebagai penggenapan sebuah ramalan dari masa kedatangan seseorang yang dinanti. Atau bisa berarti waktu bagi seseorang untuk menjalankan tugasnya.

Dalam 2 Timotius 4 ayat 2, Paulus menyampaikan kepada Timotius agar siap sedia untuk menyatakan apa yang salah, menegor dan menasihati dengan kesabaran dan pengajaran baik atau tidak baik waktunya.

Sebelum peristiwa air bah di jaman Nuh, semua orang hidup seperti biasanya. Dan waktu terus berjalan sampai masa penggenapan itu terjadi dimana Nuh dan seluruh keluarganya harus menaiki bahtera. Sementara orang-orang di luar sana tidak tahu tentang apa yang sedang terjadi. Meskipun Nuh sudah menyampaikan kebenarannya kepada generasi di masa itu, tak seorang pun yang mendengarkan. Dan saat waktunya tiba, banjir melanda dan menyapu segala sesuatunya (Matius 24: 37-39; 2 Petrus 2: 5).

Kedatangan Yesus pun akan seperti itu. Salah satu dari dua orang yang bekerja akan terangkat dan yang lainnya tertinggal. Satu dari dua wanita yang menggiling di pabrik akan terangkat dan yang lain tertinggal. Karena itu waspada dan berjaga-jagalah. Anda tidak akan tahu apa yang akan Tuhan lakukan dan Anda juga tidak akan tahu kapan Yesus akan datang kembali (Matius 24: 39-44). Karena itu, tetaplah siap di musim-musim Anda, dalam kondisi apapun itu.

Seorang atlet selalu serius mempersiapkan diri sepanjang tahun untuk musim pertandingannya. Begitu pun kita yang harusnya sudah ‘siap melakukan setiap pekerjaan yang baik’ (Titus 3: 1), ‘siap menyebarkan harapan’ (1 Petrus 3: 15) dan jika yang paling penting ‘siap menderita demi Injil’ (2 Timotius 1: 8).

Tindakan kita saat ini seharusnya bukan lagi alasan ketidaksiapan kita. Setiap tindakan kita adalah benih. Dan setiap benih akan menghasilkan pada musimnya. Bunda Teresa mengatakan bahwa ‘Cinta adalah buah dari musim-musim sepanjang masa, dan semua orang bisa meraihnya.’ Karena itu, mari gunakan kesempatan yang kita miliki untuk sesuatu yang baik dan berguna. – Daphne Delay/Cbn.com

 

Seperti seorang atlet yang serius mempersiapkan dirinya sebelum pertandingan, begitu pula kita yang harusnya tekun mempersiapkan diri sebelum kedatangan mempelai surgawi

Ikuti Kami