Perjanjian yang Berhasil

Perjanjian yang Berhasil

Mega Permata Official Writer
      2650

“Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki.” Lukas 1:57

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu110[/kitab]; [kitab]Lukas22[/kitab]; [kitab]Hakim7-8[/kitab]

Inilah reaksi Zakharia mendengar berita sukacita dan malaikat Gabriel: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi?” (ayat 18). Karena ketidakpercayaannya Zakharia harus menanggung akibatnya: kata malaikat itu, “Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari dimana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.” (ayat 20). Zakharia bisu selama masa kehamilan isterinya. 

Bayi yang dikandung Elisabet bukanlah bayi biasa. Ada rencana Allah yang besar yaitu menjadikannya kelak sebagai utusan Allah untuk mendahului Yesus Kristus, Sang Mesias: “Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,” Lukas 1:15-16. Yohanes harus menjalani kehidupan yang baik, tidak minum aggur ataupun minuman keras.

Kita tahu perjanjian selalu melibatkan dua pihak yang sepakat, “Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?” Amos 3:3. Dalam hal perjanjian Tuhan dengan manusia, pihak pertama adalah Tuhan, pihak kedua adalah orang percaya. Bagian Tuhan adalah menggenapi janji-Nya, sedangkan bagian kita adalah hidup dalam perjanjian-Nya, yaitu dengan menaati Firman-Nya. Dalam menantikan janji Tuhan ini kita dituntut percaya sampai janji-Nya digenapi. 

Ikuti Kami