Mencintai Sampai Terluka

Mencintai Sampai Terluka

Lestari99 Official Writer
      4184
Hosea 3:1
Berfirmanlah Tuhan kepadaku: “Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzina, seperti Tuhan juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis.”

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 116; 1 Korintus 4; Hakim-Hakim 20-21

Jika Anda mencintai seseorang dan di kemudian hari Anda tahu bahwa ia adalah seorang pelacur, apakah Anda bersedia menikah dengannya? Pertanyaan yang sulit dijawab! Apa nanti kata keluarga? Bagaimana jika ia kembali pada kebiasaan hidupnya yang lama? Kalau sekarang ia melacurkan dirinya, bukankah kelak itu bisa saja terulang? Dan pertanyaan yang paling mendasar adalah, pantaskah ia saya cintai?

Jawabnya memang tidak pantas! Namun, itulah yang diperintahkan Tuhan kepada Hosea. Gomer adalah seorang pelacur bakti di kuil penyembahan berhala. Hosea mau menikahinya; ini seharusnya sudah cukup membuat Gomer tahu diri sebagai istri. Namun, Gomer malah kembali berzinah dan melarikan diri dengan kekasihnya (Hosea 2:6). Lalu ia terdampar di pasar budak. Tuhan meminta Hosea membelinya kembali seharga kurang lebih Rp 200 ribu (Hosea 3:2). Lebih hebat lagi, Hosea harus mengampuni dan menerimanya kembali sebagai istri tercinta (Hosea 3:1). Sungguh luar biasa ungkapan kasih yang dituntut Tuhan dari Hosea.

Kisah Hosea adalah gambaran kisah Tuhan yang mengasihi manusia. Gomer adalah gambaran Israel yang tidak tahu diri; yang berzinah secara rohani dengan menyembah berhala. Gomer juga merupakan gambaran kita. Sebagai orang berdosa, kita tidak layak diampuni dan dijadikan anak Tuhan. Namun, setelah ditebus dan dijadikan anak-Nya, kita masih berbuat dosa dan menyakiti hati-Nya. Akan tetapi, Tuhan selalu bersedia mengampuni dan menerima kita kembali sebagai anak yang Dia kasihi. Sebab itu, jangan bermain-main dengan dosa. Kasih-Nya yang besar seharusnya membuat kita semakin tahu diri dan hidup taat kepada-Nya setiap hari.

Kasih karunia diberikan melampaui ketidaktaatan kita agar kita terdorong untuk terus setia di hadapan-Nya.

Ikuti Kami