Untuk Apa Berdoa Jika Tidak Yakin Akan Dikabulkan?

Untuk Apa Berdoa Jika Tidak Yakin Akan Dikabulkan?

Claudia Jessica Official Writer
956

Motivasi kita untuk berdoa bisa semakin berkurang jika beberapa doa kita tampaknya tidak dikabulkan. Jika tidak yakin doa kita akan dijawab, mengapa masih beroda? Inilah mengapa doa penting untuk dilakukan apapun yang keadaannya.

 

Untuk apa berdoa?

Kita berdoa untuk menyampaikan kebutuhan kita dan mengungkapkan emosi kita kepada Tuhan melalui doa. Namun, sebenarnya doa tidak hanya dimaksudkan untuk meminta kepada Tuhan apa yang kita butuhkan. Doa juga tidak dimaksudkan menjadi pelampiasan perasaan kita. Tujuan dari doa sesungguhnya adalah untuk membantu kita tumbuh lebih dekat dengan Tuhan.

Ketika kita berdoa, kita dapat menjadi lebih sadar akan kehadiran Tuhan yang selalu bersama kita. Mengalami Tuhan di sini dan saat ini mengarah pada kekaguman, yang memperkuat iman kita dan mendorong kita untuk mempercayai Tuhan dengan lebih dalam. Pada akhirnya, doa menuntun kita untuk beribadah.

Doa membantu kita mengenal Tuhan dengan lebih baik, dan memenuhi jiwa kita dengan cinta serta mengilhami kita untuk beribadah. Dalam buku Wake Up to Wonder, terdapat penelititan tentang kesejahteraan tentang bagaimana doa dapat membuat kita lebih dekat kepada Tuhan melalui kekaguman. Ada beberapa pengalaman menakjubkan setelah berdoa dengan sepenuh hati. Berdoa hanya dengan satu motif, yaitu berhubungan dengan Tuhan.

Ketika kita berdoa untuk tujuan membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan, Tuhan akan menemui kita. Kemudian, berdoa terasa menjadi penuh dengan sukacita sehingga menjadi karunia tersendiri.

Ketika berdoa, pikiran kita sering kali hanya terfokus pada kebutuhan sendiri. Namun dalam proses berdoa, kita semakin merasakan kehadiran Tuhan dan kita dapat mengalihkan fokus kita kepada Tuhan dan menyambut kedamaian dan keagungan Tuhan dalam hidup kita. Berdoa memperluas perspektif kita untuk bergerak lebih dekat kepada Tuhan.

 

Baca halaman selanjutnya -->

Mengapa beberapa doa kita tidak dikabulkan?

Kita bisa berkecil hati ketika tidak merasakan jawaban atas doa-doa kita, bahkan setelah kita berdoa dalam waktu yang cukup lama untuk situasi yang sama. Kita mungkin berharap Tuhan akan menjawab doa-doa kita dalam waktu tertentu, dan dengan cara tertentu. Ketika itu tidak terjadi, kita mungkin merasa ingin menyerah.

Sangat penting untuk mengingatkan diri kita sendiri bahwa tidak ada doa yang benar-benar tidak dijawab. Tuhan selalu menjawab doa kita, tapi terkadang jawabannya adalah “tidak”, dan terkadang Tuhan berkata “tunggu.”

Yesaya 55: 8-9, Allah memberi tahu kita, “Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku beperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah? Sesungguhnya, mereka semua akan memburuk seperti pakaian yang sudah usang; ngengat akan memakan mereka.” Tuhan lebih tau apa yang benar-benar terbaik. Begitulah cara Dia menjawab doa kita.

Kita bisa yakin bahwa Tuhan benar-benar berkomitmen untuk memberikan apa yang kita minta, selama itu sejalan dengan kehendak-Nya. 1 Yohanes 5: 14-15 meyakinkan kita, “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.”

Tuhan bukanlah jin atau mesin penjual otomatis. Kita mungkin tergoda untuk memohon atau tawar-menawar dengan Tuhan ketika membutuhkan sesuatu yang mendesak, tetapi pendekatan itu tidak membantu kita atau menghormati Dia. Tuhan tidak akan memberikan apa yang kita inginkan jika itu bukan yang terbaik untuk kita.

Berdoa menurut kehendak Tuhan berarti berdoa sesuai dengan nilai-nilai yang Alkitab katakan penting bagi Tuhan, dan mencari hikmat Roh Kudus dalam setiap situasi. Seperti yang dikatakan dalam Yakobus 1: 5:

“Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit —, maka hal itu akan diberikan kepadanya.”

 

BACA JUGA: 10 Hal yang Patut Kita Tiru Dari Cara Paulus Berdoa, Salah Satunya Mengucap Syukur Loh!

 

Menjalin hubungan yang dekat dengan Yesus dan mempelajari Alkitab dapat membantu kita mengetahui apa yang harus didoakan, dan Yesus ingin sekali mengatakan “ya” pada doa-doa yang mencerminkan pilihan-pilihan yang tepat itu.

Yesus berjanji dalam Yohanes 15:7 “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”

Ketika kita mempercayai Tuhan untuk menjawab doa-doa kita sesuai dengan kehendak-Nya, kita bisa mendapatkan jawaban yang memberkati kita yang lebih dari pada yang kita harapkan. Efesus 3: 20 “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.”

 

Baca halaman selanjutnya -->

Jika tidak yakin doa kita dikabulkan, mengapa berdoa?

Tuhan ingin kita semua berada dalam hubungan yang dekat dengan-Nya. Dalam hubungan, penting untuk berkomunikasi secara teratur. Doa adalah komunikasi dengan Tuhan, jadi itu penting untuk hubungan kita dengan-Nya.

Alkitab penuh dengan ayat-ayat yang mendorong kita untuk berdoa seperti Kolose 4:2 mengatakan, “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.”

Efesus 6:18 “Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.”

Dalam 1 Tesalonika 5:17, kita didorong untuk berdoa terus-menerus.

Ketika Yesus memberikan contoh doa kepada murid-muridNya dalam Matius 6: 9-13 yang kemudian dikenal sebagai Doa Bapa Kami, Yesus menekankan hubungan manusia dengan Allah. Ia memasukkan unsur-unsur seperti pujian dan penyembahan “Bapa kami yang di surga, dikuduskan nama-Mu”, berfokus pada kehendak Allah “datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di surga”, dan meminta kehendak Allah. Kekuatan untuk membantu kami “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.” Itu semua berpusat pada pentingnya berada dalam hubungan dengan Tuhan.

Doa memusatkan perhatian kita pada Tuhan, yang menumbuhkan iman kita. Pada dasarnya, doa penting bagi kehidupan kita, karena, seperti yang diingatkan dalam 2 Korintus 5: 7, “sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”

Doa juga menghubungkan kita dengan kekuatan Tuhan untuk membantu kita dalam keadaan apapun. 2 Samuel 22:33 menyatakan, “Allah, Dialah yang menjadi tempat pengungsianku yang kuat dan membuat jalanku rata.” Tanpa doa, jalur komunikasi kita dengan Tuhan terputus, meninggalkan kita bergumul dengan keraguan dan kelemahan. Tetapi ketika kita berdoa, kita terhubung dengan Tuhan yang mahakuasa yang sangat peduli pada kita

Meskipun kita tidak dapat memprediksi bagaimana Tuhan akan memilih untuk menjawab doa-doa kita, kita dapat yakin bahwa doa-doa kita akan membuahkan hasil yang baik, karena Tuhan itu baik dan akan menjawab sesuai dengan karakter baiknya.

Melalui proses berdoa, kita memelihara hubungan yang sangat penting yang kita miliki dengan Tuhan. Kita mungkin tidak dapat mengantisipasi jawaban Tuhan, tetapi kita bisa yakin bahwa doa kita bermanfaat. Yakobus 5:16 meyakinkan kita bahwa, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”

Mengapa berdoa ketika kita tidak yakin apa jawaban Tuhan atas doa-doa kita? Berdoa adalah bagian penting dari tumbuh lebih dekat dengan Tuhan, sumber dari semua cinta dan kebijaksanaan. Memupuk kehidupan doa kita merupakan pilihan yang berharga karena hal itu memperkuat hubungan kita dengan Pencipta kita dan menyambut kasih dan hikmat-Nya ke dalam hidup kita.

Semakin banyak kita berdoa, semakin banyak kita dapat menemukan keajaiban melalui prosesnya. Itu akan menginspirasi kita untuk tetap setia dalam berdoa, karena kita tahu bahwa Tuhan akan benar-benar menemui kita di sana.

 

BACA JUGA: Berapa Kali Kita Harus Berdoa Untuk Satu Hal yang Sama?

Sumber : crosswalk.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami