Yohanes 8:36
“Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”
Bacaan Alkitab Setahun [kitab]Mazmu97[/kitab]; [kitab]Lukas9[/kitab]; [kitab]Yosua5-6[/kitab]
Dalam bukunya yang berjudul Throw Out Fifty Things (Buang 50 Hal Ini), Gail Blanke menuliskan 4 “Prinsip Pelepasan” yang berguna untuk menolong pembacanya menyingkirkan berbagai sampah dari hidup mereka. Prinsip pertama menyatakan, “Jika hal itu . . . membebanimu, menghalangimu, atau membuatmu merasa tidak nyaman dengan dirimu sendiri; buanglah, berikanlah, juallah, lepaskanlah hal itu, dan lanjutkanlah hidupmu.”
Menurut saya, Prinsip Pelepasan ini juga bisa diterapkan dalam kehidupan rohani: Kita tak perlu terus-menerus terjerat dengan dosa masa lalu. Saudara-saudara Yusuf bergumul dengan hal tersebut. Bertahun-tahun setelah menjual Yusuf sebagai budak, mereka masih mengingat sikap mereka yang kejam dan kini mereka takut Yusuf akan membalas dendam (Kej. 50:15). Jadi mereka mengirim pesan kepada Yusuf dan memohon pengampunannya (ay.16-17). Mereka tetap merasa bersalah meski Yusuf telah berbuat baik dan meyakinkan mereka (45:4-15).
Banyak dari kita yang terus-menerus terjerat dengan berbagai kesalahan kita di masa lalu, meski orang-orang yang pernah kita lukai telah mengampuni dan berbuat baik kepada kita. Meski demikian, kemerdekaan sejati terjadi ketika kita mengakui kesalahan kita kepada Allah. Dia mengampuni kesalahan kita (1Yoh. 1:9) dan kita dijauhkan darinya (Mzm. 103:12). Seperti yang dituliskan di sebuah ayat, Dia membuang segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut! (Mik. 7:19). Karena inilah, kita bisa mengingatkan diri sendiri bahwa Sang Anak telah memerdekakan kita, dan kita pun benar-benar merdeka (Yoh. 8:36).
Harga kemerdekaan kita dari dosa telah dibayar dengan darah Yesus.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”