Bukan Salahku

Renungan Harian / 26 February 2011

Bukan Salahku
Puji Astuti Official Writer
      6341

Amsal 28:13

Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 57; Markus 1; Imamat 24-25

Banyak orang Amerika mengalami kegemukan (obesitas). Lucunya, ada yang menyalahkan restoran cepat saji se­ba­gai sumber masalah. Mereka menuntut pihak restoran bertanggung jawab, bah­kan mengajukan masalah ini ke pengadil­an. “Karena merekalah saya menjadi ge­muk, kena serangan jantung, dan dia­be­tes!” seru Caesar Barber, salah satu pem­­ro­tes. Begitu seringnya pihak restoran di­sa­lahkan, sampai-sampai pada 2004 keluar­lah Cheeseburger Bill—undang-undang yang melindungi industri makan­an cepat sa­ji dari tuntutan hukum akibat ulah kon­sumen yang kegemukan.

Kita cenderung menyalahkan orang lain atas kelalaian diri sendiri. Sama se­perti Raja Saul. Sebelum berperang, ia sa­dar bahwa upacara persembahan korban harus dilakukan oleh se­orang imam. Sang imam, Samuel, sudah berjanji akan datang hari itu (1 Samuel 10:8). Namun, Saul tidak sabar menunggu. Ia me­mimpin sendiri upacara itu. Dengan sengaja ia melanggar aturan Tuhan. Samuel datang setelah upacara selesai. Ditegurnya Saul. Apa jawab Saul? Pertama-tama ia menyalahkan situasi. “Rakyat ber­serakan meninggalkan saya. Saya terpojok!” Kedua, ia menyalahkan Samuel karena “tidak datang pada waktu yang ditentukan” (ayat 11). Padahal Samuel datang pada hari yang ditetapkan! Dengan menya­lah­kan orang lain dan situasi, Saul merasa diri benar, padahal apa yang ia lakukan sudah ditolak Tuhan. Ia juga mengambinghitamkan orang lain. Dosanya berlipat.

Jika Anda berbuat salah, jangan berkata: “Aku jadi begini gara-gara kamu!” Stop menuding orang lain. Akui kesalahan Anda dan segeralah memperbaiki diri. Itulah pertobatan sejati. (Juswantori Ichwan/Renunganharian.net)

Lebih baik mencari apa yang salah daripada mencari siapa yang salah.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?