Menembus Keterbatasan

Menembus Keterbatasan

Theresia Karo Karo Official Writer
      5125

1 Korintus 2:3

Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu40[/kitab]; [kitab]Kisah12[/kitab]; [kitab]Kelua29-30[/kitab]

Suzanne Bloch merupakan seorang imigran dari Jerman dan sering bermain musik bersama Albert Einstein serta para ilmuwan terkemuka lain. Dia berkata bahwa Einstein adalah pemain biola yang hebat, tetapi dia juga sering membuat jengkel para pemusik lainnya karena tak bisa mengikuti ketukan irama. "Einstein tak bisa menghitung ketukan," kata Bloch menjelaskan. 

Ya! Einstein bisa merancang teori-teori revolusioner tentang alam semesta, tetapi dia bermasalah dalam menghitung irama. Namun, meski memiliki keterbatasan, Einstein tetaplah seorang pemusik yang antusias.

Apakah kadang-kadang kita meratapi berbagai keterbatasan kita? Kita semua mempunyai kemampuan, tetapi kita kadang juga terhambat oleh ketidakmampuan. Dengan demikian kita tergoda untuk menggunakan keterbatasan kita sebagai alasan untuk tidak melakukan beberapa hal, yang sebenarnya bisa kita lakukan jika Allah telah memampukan kita. Jika kita tidak berbakat untuk berbicara di depan umum atau menyanyi di paduan suara, bukan berarti kita boleh berdiam diri saja dan tidak melakukan apa-apa untuk pelayanan.

Saat kita menyadari bahwa kita semua mempunyai keterbatasan, marilah kita berusaha mencari pimpinan Allah untuk dapat menggunakan talenta kita. Kita pasti dapat berdoa. Kita pasti dapat menunjukkan kebaikan kepada orang lain. 

Bisa dengan mengunjungi orang-orang yang kesepian, sakit, dan berusia lanjut. Kita dapat dengan sederhana dan mengena, menceritakan betapa berartinya Yesus bagi hidup kita. Paulus berkata, "Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut anugerah yang diberikan kepada kita" (Roma 12:6).

Terlalu banyak orang melakukan kesalahan dengan memendam berbagai talenta mereka.

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik di sini.

Ikuti Kami