Cinta Sejati di Tempat Pertama

Renungan Harian / 3 February 2016

Kalangan Sendiri
Cinta Sejati di Tempat Pertama
Lori Official Writer
      8919

1 Korintus 13: 4-5

"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain."

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 34; Kisah Para Rasul 6; Keluaran 17-18

“Aku tidak bisa hidup bersama dia, tetapi aku juga tidak bisa hidup tanpa dia,” tulis seorang wanita dalam sebuah surat. Dia menambahkan bahwa dia telah pindah dari rumah mereka tiga kali, tetapi dia masih saja datang. Dengan berbagai versi, ceritanya bisa diulang-ulang hingga ribuan kali setiap hari.

Ya, setiap pernikahan memang punya perjalanan yang berbeda-beda, dan kita tidak mesti menyederhanakan atau mengabaikan keunikan di dalam setiap hubungan. Lalu masalahnya apa? Mengapa pasangan tidak bisa akur?

Biarkan saya menjawab pertanyaan itu dengan mengajukan satu pertanyaan: Apa sih lawan dari cinta? Jawabannya bukan membenci (meskipun cinta mungkin saja dalam bentuk kebencian). Namun lawan dari cinta adalah keegoisan. Ketika sepasang suami istri hanya berfokus pada keinginan individual mereka sendiri, saat itulah akan muncul konflik.

Untungnya, firman Tuhan memberi kita pemahaman berbeda tentang cinta, pemahaman yang berasal dari Yesus, yaitu cinta sejati. Yesus mendefinisikan cinta sejati sebagai penyerahan diri, bukan mencari keuntungan bagi diri sendiri. Cinta sejati akan selalu menempatkan kebutuhan orang lain terlebih dahulu di atas kebutuhan diri pribadi. Ini adalah teladan cinta yang dilakukan Yesus ketika Dia meninggalkan kemuliaan Surgawi dan turun ke Bumi untuk tujuan kekekalan atas manusia.

Jika saat ini Anda sedang berada dalam hubungan yang buruk dengan pasangan, keluarga atau orang-orang di sekitar Anda, segeralah meminta kepada Tuhan agar Dia mau menjadi pusat kehidupan dan yang terutama dalam hidup Anda. Minta Dia untuk mengajarkan Anda bagaimana mulai mencintai seperti Dia mencintai Anda.

 

Cinta sejati tidak berbicara soal kepentingan diri tetapi soal kepentingan orang lain

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?