Pandangan Yang Kabur

Pandangan Yang Kabur

Puji Astuti Official Writer
      6398
Show English Version

Yohanes 20:15-16
Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.

Bacaan Alkitab Setahun [kitab]Mazmu112[/kitab] ; [kitab]Lukas24[/kitab]; [kitab]Hakim11-12[/kitab]

Pada hari pertama, saat Yesus bangkit. Maria Magdalena dan beberapa perempuan yang lain menjenguk kubur Yesus. Mereka yang telah terpukul karena kematian Yesus kembali mengalami kesedihan karena mereka tidak menemukan mayat Yesus di kuburan itu. Beberapa dari mereka lari kepada murid-murid Yesus untuk memberitakan kenyataan pahit itu. Namun Maria hanya bisa menangis sambil menatap kain kafan dan tempat dimana Yesus sebelumnya berbaring.

Maria yang sedih karena tidak bisa menemukan mayat Yesus menangis hingga tidak bisa mengenali ketika Yesus tiba-tiba menampakkan diri dan menyapanya. Namun Yesus dengan penuh kasih memanggil Maria, mungkin dengan intonasi dan suara yang akrab bagi Maria. Tentu Maria saat itu terkejut, setengah tidak percaya karena dia mengenali suara orang yang sedang bicara di depannya itu. "Rabuni" itu adalah kata yang keluar dari mulutnya, ya orang yang sedang bicara dengannya adalah guru, Tuhan dan pribadi yang sangat ia kasihi dan hormati.

Seringkali kita seperti Maria, kita terlalu fokus pada masalah dan kesedihan kita, akhirnya walau kita sedang mencari Tuhan, kita tidak bisa mengenali kehadiran-Nya dalam  hidup kita. Namun Tuhan selalu memiliki cara untuk menarik perhatian kita untuk memandang wajah-Nya dan mengdengar suara-Nya. Kadang seperti yang Ia lakukan kepada Maria, sebuah panggilan lembut, kadang juga dengan cara yang membuat kita tidak nyaman.

Tetapi, andaikan kita tidak terfokus kepada masalah kita, tentu proses itu tidak perlu kita lalui. Karena kita dengan segera mengenali bahwa Yesus hadir saat kita mencari dan membutuhkannya.

Apapun masalah Anda saat ini, masalah keuangan, sakit penyakit, masalah rumah tangga ataupun sesuatu yang tidak bisa Anda ungkapkan kepada siapapun, ada sebuah kabar gembira untuk Anda. Yesus sudah mati di kayu salib, dikuburkan dan bangkit pada hari ketiga agar kita mengalami kemerdekaan dari dosa dan menang atas setiap masalah kita. Mari kita fokus kepada Yesus, kepada apa yang mampu Dia lakukan, bukan kepada besarnya masalah kita.

Jangan hanya fokus kepada masalah dan kesedihan, karena hal tersebut mengaburkan pandangan kita dari sosok juru selamat kita, Yesus Kristus.

Ikuti Kami