Mengapa Kamu Tidak Lebih Suka Dirugikan?

Mengapa Kamu Tidak Lebih Suka Dirugikan?

Lois Official Writer
      8369
Show English Version

1 Korintus 6:7

 “Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?”

 

Bacaan Alkitab Setahun : [kitab]Mazmu3[/kitab]; [kitab]Matiu3[/kitab]; [kitab]1Raja21-22[/kitab]

 

Perkataan Paulus yang satu ini memang sangat susah diikuti. Masa kita harus menderita demi orang yang sudah berbuat jahat kepada kita? Apakah kita harus terima begitu saja ketidakadilan yang menimpa kita, padahal kita tidak salah apa-apa? Mengapa kita yang dirugikan padahal apa pernah kita buat orang lain rugi? Kenapa kita yang harus mengalaminya?

Wajar saja jika kita sering membela diri jika orang menyakiti kita, menuduh, menghina, bahkan merugikan kita dalam bentuk apapun. Namun, jika kita mau bertumbuh, perkara yang terjadi dalam hubungan kita dengan orang-orang sekitar harus kita jadikan pelajaran.

Paulus katakan, adanya perkara di antara kalian saja sudah merupakan kekalahan bagi kamu. Jadi, pelajaran apa yang bisa kita ambil? Cobalah melatih diri kita untuk mulai hidup sama seperti Kristus hidup. Ketika disesah, Dia diam saja padahal Dia punya salah apa? Ketika disalib, Dia malah memohonkan pengampunan buat mereka yang menyalib-Nya.

Mungkin ada yang berkata, “Enak aja, dia yang salah kok aku yang harus mengalah?” Tentu keputusan itu ada di tangan kita semua. Kita bisa saja tetap mempertahankan dan mengambil keputusan apapun. Tapi pertanyaannya, apakah keputusan itu memang tepat? Dapatkah kita bertumbuh dengan keputusan yang kita ambil?

Jika memang keputusan yang kita ambil adalah belajar dari kerugian, penderitaan yang kita alami, itu bagus sekali. Lama-kelamaan kita melatih diri kita untuk setiap perkara, dan perkara itu akan mendewasakan rohani kita di dalam Yesus. Kita akan bangkit dan menjadi pemenang, bahkan lebih dari pemenang.

 

Ketika kita mengalami kerugian dari pihak lain, marilah kita belajar untuk mengikuti teladan Yesus. Dia disesah tapi diam saja, Dia disalibkan bahkan bukan untuk kesalahan yang Dia perbuat, namun tetap Dia jalani. Suatu hari nanti, kita akan dapati diri kita menjadi pemenang, bahkan lebih dari pemenang.

Ikuti Kami