Hidup Seperti Mengendarai Sepeda

Hidup Seperti Mengendarai Sepeda

Puji Astuti Official Writer
      6140
Show English Version

Matius 26:28
Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

Bacaan Alkitab Setahun [kitab]Mazmu30[/kitab]; Filipi 2; Ayub 40-41

Dalam sebuah surat untuk putranya Eduard, Albert Einstein memberikan sebuah nasihat sederhana, "Kehidupan ini seperti mengendarai sepeda. Untuk menjaga keseimbangan kamu harus terus bergerak maju." Nasihat dari ahli fisika ini sangat bijaksana dan praktikal.

Nasihat bijak tersebut juga bisa kita terapkan sebagai seorang Kristen. Banyak orang percaya dapat terus bergerak maju walau menghadapi berbagai rasa sakit dan pencobaan. Namun ketika mereka mengalami kejatuhan moral, mereka kehilangan keseimbangan dan tidak bisa bangkit lagi. Rasa penyesalan dan merasa tidak layak atas pengampunan Tuhan membuat mereka tinggal dalam kejatuhannya. Mereka tidak mau bangkit dan bergerak maju lagi.

Alkitab memberi kita contoh banyak orang yang mengalami kegagalan serius. Abraham membohongi Firaun tentang Sarah, istrinya (Kejadian 12:11-17). Yakub membohongi ayahnya dan merampas hak kesulungan Esau (Kejadian 27:18-29). Musa tidak mentaati Tuhan dengan memukul batu padahal hanya diminta berkata-kata saja (Bilangan 20:7-12). Dibalik kegagalan mereka, kita diberitahu bahwa : "...iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik." (Ibrani 11:39b).

Apa yang membuat para tokoh Alkitab itu tetap dituliskan bahwa kehidupan mereka menjadi suatu kesaksian yang baik? Mereka meraih uluran tangan Tuhan yang memberikan mereka pengampunan dan kesempatan kedua untuk bangkit kembali dan melangkah kedepan mengikuti rencana Tuhan.

Di hari-hari terakhir tahun 2013 ini, ada berbagai kegagalan yang kita alami dalam kehidupan. Mari teladani para pahlawan iman dalam Alkitab, kita raih tangan Tuhan yang terulur dan bangkit untuk menggenapi rencana Tuhan.

Di dalam Tuhan, selalu ada kesempatan kedua untuk bangkit dan memulai kembali. Jangan pernah menyerah terhadap hidupmu, karena Tuhan tidak pernah menyerah terhadap kita.

Ikuti Kami