Meresponi Rasa Takut Seperti Teladan Yesus
Kalangan Sendiri

Meresponi Rasa Takut Seperti Teladan Yesus

Naomi Irmadiana Contributor
      1942

Yohanes 12: 27

Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 92; Lukas 4; Ulangan 29-30

Ayat renungan hari ini sangat menarik karena jika kita baca di ayat 25 hingga 27, disampaikan di sana bahwa Yesus baru saja mengajarkan untuk tidak takut kehilangan nyawa untuk hidup yang kekal. Tetapi tahukah Anda, jika kita membaca kisah saat Yesus berdoa di Taman Getsemani, jelas digambarkan kegentaran hati-Nya menghadapi penderitaan salib.

Meskipun kita tahu Yesus adalah Tuhan, namun sisi kemanusiaan-Nya tetap membuatnya sama seperti manusia biasa yaitu tetap punya rasa takut. Saat itu, Yesus mengalami ketakutan yang luar biasa. Namun Yesus memilih meresponi masa-masa penderitaan yang sedang menanti-Nya dengan mengadu kepada Bapa. Ia berserah sepenuhnya kepada Bapa dan memilih untuk tetap taat.

Sebagai manusia, kita mungkin akan bertanya: Bagaimana mungkin seorang Tuhan justru menunjukkan sisi lemahNya? Tapi tahukah Anda, rasa takut yang dirasakan Yesus ini rupanya penting sebagai pembelajaran bagi kita. Bahwa sekalipun Ia adalah Tuhan, Ia menunjukkan kerendahan hati untuk rela mengorbankan nyawa-Nya bagi manusia berdosa seperti kita.

Seorang pendeta sekaligus penulis asal Skotlandia bernama William Barclay, pernah berkata, “Keberanian yang sejati tidak berarti tidak takut. Itu berarti sangat takut tetapi tetap melakukan hal yang harus dilakukan.”

Saudara, apapun yang menjadi ketakutan atau pergumulan kita hari ini, mari kita tetap terus melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Seperti Yesus terus melakukan amanat Bapa, untuk tetap taat mengorbankan nyawa-Nya.

 Tuhan Yesus Memberkati!

Ikuti Kami