Hilang di Dermaga Sumber : pexels.com

21 January 2020

January 2020
MonTueWedThuFriSatSun
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031
 1041
[Daily Devotional]

Hilang di Dermaga

Kejadian 33:4

"Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka."

Bacaan alkitab setahun: Mazmur 20; Matius 20; Kejadian 39-40

Kami mengalami miskomunikasi saat berbelanja.

"Kamu bilang akan menemuiku di mobil, tepat saat kamu mengambil gula bubuk." kata David.

"Tapi maksudku ketika di kasir. Lagi pula, jika kamu membawa ponsel, aku bisa menemukanmu lebih cepat" balasku.

Kami hanya diam selama perjalanan pulang, dan tak terpikir untuk menyelesaikan perselisihan kami.

"Aku memegang ponselku, mungkin saja kamu tidak bisa menemukanku di halaman belakang." Suamiku mendengus setelah menurunkan barang belanjaan.

Aku melemparkan beberapa barang – tapi bukan telur-telur – dan memikirkan tentang kesalahan komunikasi lainnya, beberapa tahun lalu dan di negara bagian lain.

Bulan keenam mengandung bayi kami yang keempat, aku merencanakan sebuah tamasya ke Venice Beach Boardwalk. Kami baru saja pindah ke California, karena Angkatan Laut AS.

"Kupikir kamu tau kemana kita pergi," David bergumam saat kami parkir.

"Ya, kamu berjanji kamu akan membawa peta. Lihat ada jembatan di dermaga dan bianglala."

"Kita tidak akan sampai di sana dan kembali sebelum gelap." Kata David. "Aku akan memindahkan mobil lebih dekat."

Apa yang kupikirkan adalah Venice Beach Boardwalk sebenarnya adalah Dermaga Santa Monica.

Anak-anak dan aku berjalan di sepanjang tepi air sementara David sedang memindahkan mobil. Kami berhasil sampai ke dermaga, namun tidak ada tanda-tanda keberadaan David. Tidak ada ponsel saat itu, aku juga tidak punya apa-apa selain tiga anak yang lapar, haus dan lelah.

Kami mencari di dermaga, berjalan di pantai, berbicara dengan penjaga pantai, berbicara dengan Departemen Kepolisian Santa Monica, beristirahat, haus, menangis - beberapa lebih dari yang lain - dan mulai lagi.

Kekhawatiranku semakin menjadi ketika senja semakin dekat. Lalu Jenifer berteriak "Itu ayah!"

Jeremy menangkupkan tangan di mulutnya dan berteriak memanggil ayahnya, sementara kami semua melambaikan tangan padanya.

Ketika David melihat kami, aku bisa melihat kelegaan membanjiri wajahnya, bahkan dari kejauhan. Dia berjalan ke arah kami.

"Maaf, aku membuat kita tersesat," kataku ketika aku melingkarkan tanganku di leher David.

"Maaf, aku lupa petanya,” kata David, sesaat sebelum menciumku.

Pikiranku kembali pada keadaan saat ini ketika saya menempatkan gula bubuk ke tempatnya. Argumen kami konyol dan bodoh, dan kata-kata tajam yang tak pantas telah kukatakan pada suamiku justru mengingatkanku pada Amsal 15:1

"Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah."

Kupikir aku akan meminta maaf pada David. Kemudian aku akan kembali dan meminta cium.

Allah Yakub yang terkasih, terima kasih atas pengampunanmu. Semoga kita tidak pernah lupa akan kebaikannya.

Hak Cipta © 2019 Julie Lavender, digunakan dengan izin.

Sumber : CBN

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Share this article :

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

Kanan Agustus


7236

advertise with us