Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login
Berdoa Untuk Hal yang Mustahil? Percaya Saja Tuhan Sanggup Lakukan MujizatNya Sumber :

19 November 2017

November 2017
MonTueWedThuFriSatSun
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930
 2314
[Daily Devotional]

Berdoa Untuk Hal yang Mustahil? Percaya Saja Tuhan Sanggup Lakukan MujizatNya

Markus 10: 27

"Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."


Bacaan Alkitab Setahun: Mazmu141; Yohan18; Zakha1-3

Hampir isi Alkitab mengingatkan kita soal berdoa dengan iman percaya. Misalnya seperti dikatakan ‘kita harus memintanya dalam iman dan jangan bimbang’ (Yohanes 1: 6) atau ‘kita harus percaya kepada Dia yang memberikan penghargaan’ (Ibrani 11: 6).

Dua ayat ini mengingatkan kita bahwa Tuhan berdaulat menjawab doa yang mustahil sekalipun. Dia cuma mau kita berdoa sembari percaya hal mustahil bisa terjadi. Doa semacam inilah yang membuatku mengalami mujizatnya atas putraku Samuel.

Ceritanya dimulai waktu kehamilanku memasuki minggu ke-20. Saat pemeriksaan kandungan, dokter mendiagnosa janinku tak berkembang baik di dalam rahim. Penyakit ini disebut Dwasfisme Thanatophoric. Mendengar kenyataan ini, aku dan suamiku pun terus berdoa. Kami juga meminta dukungan doa dari orang-orang.

Ada banyak dari mereka yang jujur hanya meminta supaya kehendak Tuhanlah yang jadi. Tentu saja aku menghargai doa-doa mereka. Walaupun aku masih tetap berharap ada orang yang berdoa supaya mujizat boleh terjadi. Aku berharap ada doa yang penuh iman supaya putraku Samuel tetap bisa hidup.

Dan doa-doa itupun datang dengan cara yang nggak terduga. Seorang sukarelawan yang aku temui di sebuah pertemuan gereja memberiku sebuah kado berisi sarung tangan. Dia berharap bayiku akan memakai hadiah berharga itu. Teman-teman lainnya membelikan mobil-mobilan yang nantinya bisa digunakan oleh Samuel. Dan semua pemberian ini amat menguatkan hatiku.

Di suatu minggu, setelah ibadah, salah satu temanku mendekatiku. Dia mengatakan kalau dia mendoakan siupaya anakku lahir dengan selamat walaupun tak memungkiri diagnosa yang disampaikan dokter. Tapi dia sedikit menundukkan kepala dan masih ragu soal hal itu. Dia memang ingin sekali percaya kalau anakku akan lahir dengan selamat tapi dia masih berjuang untuk percaya.

Tapi di suatu malam, Tuhan ternyata mengingatkan bahwa Dia adalah tuhan yang mampu melakukan hal-hal yang mustahil. Dengan rendah hati, dia pun berdoa bahwa dia bisa percaya kalau Tuhan bisa melakukan sesuatu yang indah. Saat air mata meleleh di pipinya, dia menggelengkan kepada lalu meyakinkan, “Kenapa kita harus ragu?”

Kenapa kita harus ragu?

Apakah kamu berdoa dengan benih keraguan? Tentu saja tidak!

Kemudian seorang teman memintamu berdoa. Bukan doa soal kehilangan kunci, tapi doa yang tampaknya mustahil. Misalnya, doa kesembuhan untuk seorang kerabat yang menderita kanker stadium empat. Atau anak perempuan seorang teman yang lari dari rumah. Kamu pun berjanji untuk mendoakannya.

Tapi waktu mendoakan hal-hal yang mustahil ini, apakah kamu berdoa dengan rasa percaya bahwa Tuhan akan menjawab doa-doa itu? Atau apakah justru kamu merasa ragu dengan hal itu?

Sebagai seorang ibu yang mengalami mujizat, aku nggak punya alasan untuk berdoa tanpa percaya. Putraku Samuel didiagnosa tidak akan lahir dalam keadaan baik. Banyak orang berdoa dan Tuhan menjawab. Samuel mengalami mujizat yang tak terduga. Aku percaya itu adalah berkat doa yang penuh iman.

Aku banyak menerima request doa, seperti untuk anak yang menderita penyakit prognosis medis. Aku pun menjadi ragu berdoa untuk kesembuhan anak ini. Aku berdoa, “Ya Tuhan, kalau itu kehendakMu sembuhkanlah anak ini.” Tapi aku terus bertanya-tanya apakah anak ini akan selamat? Jauh di lubuk hatiku, aku yakin situasinya sangat tidak mungkin. Aku meragukan kuasa Tuhan.

Lalu Markus 10: 27 terbersit di benakku. “Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” Ayat ini membuatku percaya dan mengubah metode doaku bahwa aku percaya sepenuhnya Dia sanggup menyembuhkan anak itu.

Mujizat yang sudah aku alami melalui anakku membuatku memiliki hati yang mau percaya akan kuasa Tuhan. Karena itulah saat teman lain meminta doa untuk sesuatu hal yang mustahil, berdoalah dengan penuh percaya bahwa Tuhan akan menjawab doamu. Dia adalah Tuhan yang membalas setiap ketekunan kita dalam berdoa dan mencari wajah-Nya. Dia adalah Tuhan yang akan membuat kita takjub akan pekerjaan-pekerjaan-Nya.


Bagi Tuhan tak ada yang mustahil, mujizatNya disediakan bagi setiap orang yang percaya dan berharap kepada-Nya


Sumber : Jawaban.com

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Share this article :

Muhammad Ammar 16 December 2017 - 11:46:15

Hasil pembongkaran protein di hati yang selalu di .. more..

0 Answer

???? ???? 15 December 2017 - 23:30:36

gimana cara kurangi like

0 Answer

Michael Owen James Mayau 15 December 2017 - 21:10:48

shalom... salam damai bagi kita semua... mohon did.. more..

0 Answer


Emille Paulus Lumena 16 December 2017 - 09:08:00
Ya Tuhan Yesus Kristus Tuhan dan Raja diatas segal... more..

Melva Sinurat 15 December 2017 - 18:33:02
Min aku mohon bantuan untuk mendoakan saya supaya ... more..

Fian Oh 15 December 2017 - 14:27:28
Saya seorang pecandu narkoba, dan saat ini hidup s... more..

Siska Agustina Parhusip 14 December 2017 - 09:40:49
Saya minta bantuan doa teman2 semua untuk mendoaka... more..

Banner Mitra Week 2


7335

advertise with us