Bukalah Topengmu dan Biarkan Cahaya Kebenaranmu Terpancar Keluar

Bukalah Topengmu dan Biarkan Cahaya Kebenaranmu Terpancar Keluar

Lori Official Writer
      4734

Amsal 12: 22

Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya.


Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu123[/kitab]; [kitab]Yudas1[/kitab]; [kitab]Yerem48-49[/kitab]

Aku membuka pintu depan. Kemudian sesosok kecil bertopeng muncul menakutiku. Aku pun pura-pura ketakutan. “Kau membuatku ketakutan. Siapa ini?” jeritku.

Itu adalah putra kecilku. Dia mengenakan kostum aneh lengkap dengan rambut palsu berwarna hitam dan ungu. Topeng yang dipakainya membuat hidungnya tampak besar, mata yang begitu mengerikan dan mulut yang menunjukkan geriginya. Penampilannya sangat jelek.

Lalu dia mengejutkanku. Aku pun tertawa terpingkal-pingkal saat dia mulai bercanda dari balik topengnya. Aku pun menjatuhkan permen ke labu plastik berwarna orange itu.

Itu adalah kenangan putraku di masa kecilnya. Dia juga mengenakan kostum aneh dan berlari dari rumah ke rumah. Sementara biasanya para ayah akan berjaga di rumah sambil menyapa penjaga jalan.

Bertahun-tahun setelah itu, aku pun mengenakan topeng serupa. Topeng Halloween yang selalu menutupi siapa diriku yang sebenarnya.

Saat orang-orang bertanya bagaimana aku kehilangan penglihatanku, aku memberikan jawaban yang umum: “Aku mengalami penyakit retina dan merampas penglihatanku.”

Itulah jawaban sederhana yang seringkali aku lontarkan untuk menjawab pertanyaan sederhana itu.

Saat orang-orang kemudian bertanya bagaimana aku menghadapi tragedi yang tak terduga, jawabanku berbeda lagi. Aku tergoda untuk menurunkan topeng di dalam hatiku dan memberikan jawaban yang hambar.

“Awalnya sulit, tapi pada akhirnya, aku bisa menyesuaikan diri,” jawabku.

Padahal di balik topeng hatiku, aku sebenarnya menyembunyikan jawaban yang sebenarnya. “Aku sebenarnya mau mati saja, aku benci dengan hidupku. Aku mau menyerah, dan selalu dihantui dengan pertanyaan apakah putraku bisa hidup dengan seorang ibu yang tidak bisa melihat?”

Lalu firman Tuhan menyentilku supaya aku melepaskan topeng yang sudah aku kenakan selama ini dan membiarkan cahaya kebenaran bersinar. Firman itu tertulis dalam Amsal 12: 22, “Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya.”

Ayat ini mengingatkanku soal ketaatan. Aku pun memutuskan supaya ketika aku ditanya, aku mau memberikan informasi yang mencerminkan apa yang benar-benar muncul dari dalam hatiku. Saat aku terlibat dengan berbagai macam perasaan atau kejadian yang terjadi dalam hidupku, aku sudah menetapkan satu motto: “Jangan menghilangkan hal negatif atau memadamkan yang positif”.

Ah! Menyampaikan skenario yang sesungguhnya dengan penuh kejujuran ibarat membuka jendela sebuah ruang yang pengap. Membiarkan angin sepoi-sepoi masuk dan menghembus wajahmu.

Anak-anak kita mungkin menikmati masa mereka untuk mengenakan topeng mengerikan di wajah mereka. Tapi kita bisa menyampaikan pelajaran berharga dari itu supaya mereka mau mengungkapkan kebenaran dibalik diri mereka. Caranya adalah dengan menaati firman Tuhan dan menjadikannya sebagai bayangan yang terpantul dari cermin kejujuran.


Kejujuran adalah cermin yang memancarkan kebenaran firman Tuhan

Ikuti Kami