Akibat Keras Hati

Akibat Keras Hati

Mega Permata Official Writer
      4545

“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3: 5-6)

[kitab]Mazmu54[/kitab]; [kitab]Kisah26[/kitab]; [kitab]Imama18-19[/kitab]

Seekor kucing terjebak di halaman rumah saya. Satu-satunya jalan keluar yang dia lihat adalah tembok belakang yang tingginya 3 meter. Berkali-kali ia terjatuh saat melompat tembok itu saya berinisiatif membantu dengan menyandarkan sebilah bambu panjang. Kucing ini malah panik. Karena berisik, kucing itu saya usir ke pintu yang menghubungkan ruang tengah dan ruang tamu dengan harapan ia melihat pintu itu dan berlari melaluinya.

Namun, ia justru menyerang saya. Suami saya berusaha mengeluarkannya namun kucing galak ini bertahan di pojok pekarangan yang berumput dan basah, makanan yang saya letakkan di dekatnya pun tak disentuhnya. Gemas melihat kebodohan dan kekerasan hatinya, suami saya memukul dan mendorongnya dengan keras kearah pintu dapur. Barulah kucing ini melihat jalan keluar dan lari terbirit-birit.

Dihadapan Tuhan, kita kadang bertingkah seperti kucing ini. Kita cenderung lebih percaya pada pemikiran kita sendiri, padahal Tuhan lebih mengetahui cara atau jalan terbaik bagi kita. Mau tak mau, akhirnya Tuhan terpaksa “memukul” agar kita kembali pada jalan-Nya. Meskipun sakit, hal itu membawa pertobatan dalam hidup kita. Andai kita lebih suka menuruti-Nya dan tidak mengeraskan hati, tentulah kita akan mengalami banyak masalah. Mengeraskan hati bukanlah jalan keluar.

Jangan sampai Allah “memukul” kita terlebih dulu, percayalah bersama dengan Kuasa-Nya kita memperoleh kelegaan dan kenikmatan dihati.

Ikuti Kami