Suka-Suka Tuhan

Suka-Suka Tuhan

Lori Official Writer
      5877

Matius 20: 15

Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau. Karena aku murah hati?

 

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu140[/kitab]; [kitab]Yohan17[/kitab]; [kitab]Hagai1-2[/kitab]

Hak bebas yang dipergunakan Tuhan terhadap milik ciptaan-Nya digambarkan seperti perumpamaan tentang fakta Kerajaan Sorga. Seperti bos yang punya usaha dan memberikan berkat kepada orang yang putus asa.

Para pekerja yang direkrut pengusaha kebun anggur dipekerjakan sesuai dengan kesepakatan. Para pekerja akan bekerja dan dibayar dengan kesepakatan upah per harinya. Setelah bersepakat, para pekerja dibagi berdasarkan jam kerja, ada yang bekerja mulai dari jam 4 subuh, 9 pagi, 12 siang, 3 petang, dan 5 sore dan semua pekerja akan pulang pada waktu yang sama, setiap pukul 6 sore. Namun ketika menerima upah kerja, pekerja yang bekerja dengan waktu yang lebih banyak mulai bersungut-sungut karena mereka mendapat upah yang sama dengan yang bekerja paling sedikit waktunya. Mereka pun tidak terima dengan fakta itu.

Menarik apa yang dikatakan Yesus (Matius 20: 15) bahwa Tuhan berhak atas ciptaan-Nya dan bahwa sikap hati manusia seringkali menjadi penyebab konflik di pekerjaan manapun, keluarga, sekolah, persahabatan, atau lingkungan. Seringkali kita lupa bahwa Tuhan yang menciptakan kita dan berhak memberi sesuai dengan apa yang dianggap-Nya pantas. Bagian kita adalah berusaha dengan rajin dan bertanggung jawab, tetapi bagian Tuhan adalah menentukan dan sekaligus memberkati. Sikap iri hati terhadap ‘nasib’ orang lain hanya akan membuat kita tidak mensyukuri berkat dari Tuhan.

Kita hanya perlu berkata ‘suka-suka Mu Tuhan’ berbuat apa dalam hidup ini, yang terpenting lakukan bagian kita sebaik mungkin. Jauhi hati dan pikiran dari tindakan yang jahat dan salah. Kiranya Tuhan terus menyadarkan kita betapa besar berkat-Nya dalam hidup kita.

 

Tuhan adalah bos atas hidup manusia, hanya Dia yang berhak melakukan sesuatu yang dianggapnya pantas.

Ikuti Kami