Esensi Pengampunan
Kalangan Sendiri

Esensi Pengampunan

eva Official Writer
      11543
Show English Version

Markus 11:26

"Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu."

Bacaan Alkitab Setahun: Lukas 3-5; Kolose 2-3; Matius 6-9

Suatu malam, saya menghubungi seorang teman yang sudah lama tidak saya temui (sebut saja namanya A). Awalnya, kami membicarakan banyak hal, mulai dari kabar, karir, hingga masa depan. Akan tetapi, di tengah pembicaraan saya teringat kepada seorang teman yang lain (sebut saja B) dan menanyakan kabar B kepada A. Tiba-tiba A cerita kalau sebenarnya B marah kepada saya. Saya heran dan menanyakan alasannya. Singkat kata, pada akhirnya saya memberanikan diri untuk meminta maaf kepada B, namun dia tidak mau memaafkan saya.

Sesaat saya merenung dan bertanya kepada Tuhan, apa esensi dari memaafkan. Apakah memaafkan itu sesuatu yang sulit dilakukan? Berbicara tentang pengampunan, kita bisa melihat kisah Yusuf. Ketika saudara-saudaranya kejam terhadapnya, Yusuf tetap mengampuni. Begitu juga dengan hidup kita di mata Tuhan. Sebagai orang berdosa, kita merasa tidak layak diampuni Tuhan namun Tuhan dapat melepaskan pengampunan bila kita mengakui kesalahan kita, minta ampun dan meninggalkan kesalahan kita.

Jika kita menolak untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita, kita akan menjadi orang yang pahit. Masalah dengan kepahitan selalu mempengaruhi sekitar kita dan bahkan pekerjaan kita. Apabila ada orang yang bersalah, segera mungkin kita harus belajar mengampuni walaupun hal itu tidak gampang dilakukan dan dilupakan. Akan tetapi bila kita susah mengampuni, maka izinkan Tuhan yang memberi kekuatan pengampunan untuk membersihkan semua kebencian dari hati dan kehidupan kita dan membuat semuanya baru kembali.

Dengan mengampuni seseorang, sebenarnya kita sedang membebaskan seorang tahanan yaitu diri kita sendiri.

Ikuti Kami