Marilah Kita Berperkara

Marilah Kita Berperkara

Lois Official Writer
      3393

Yesaya 1:18

“Marilah, baiklah kita berperkara! – firman Tuhan – Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju, sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba”

 

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 121; 2 Yohanes 1; Yehezkiel 42, 25

 

Yesaya mendapatkan penglihatan yang luar biasa dimana Tuhan berperkara dengan Israel karena mereka menjauh dari Tuhan. Bukan hanya itu, hal-hal yang mereka lakukan pun mendukakan hati-Nya. Itulah gambaran yang tidak disukai Tuhan. Tuhan benci ketika kita datang dengan persembahan kita yang tidak sungguh-sungguh, “sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku” kata Tuhan di Yesaya 1:13. Akibatnya sungguh luar biasa, sekalipun kita berkali-kali berdoa, Tuhan tidak akan mendengarkannya.

Namun, biarpun sampai seperti itu, Tuhan tidak akan selamanya mengingat kesalahan dan dosa kita. Asalkan, kita membasuh diri kita dari perbuatan-perbuatan jahat. Percaya atau tidak percaya, Tuhan tidak akan mengingat dosa kita lagi sekalipun kita masih merasa penuh dengan dosa.

Lantas, apakah Anda bertanya-tanya, Tuhan itu kok bisa ya sampai melupakan dosa kita dan mencintai kita secara luar biasa? Bagaimana bisa kain yang tadinya begitu merah dengan dosa menjadi putih? Sekalipun perbuatan kita mungkin tidak bisa diampuni orang lain saking besarnya dosa tersebut, tapi Tuhan mampu membuat kita bersih kembali. Betapa luar biasa kasih yang seperti itu.

Tapi, seringkali kita melupakan betapa besarnya kasih Tuhan tersebut. Mungkin karena sudah berpuluh tahun yang lalu kita mendapatkan pengampunan dari Tuhan, mungkin karena masalah-masalah duniawi yang membelit kita, mungkin karena kita sudah lupa bagaimana kasih-Nya itu, atau karena hal-hal lain yang terus membuat kita lupa akan kasih-Nya. Akhirnya kita hanya menjalani hidup kita secara biasa-biasa saja.

Jadilah terang dan garam dunia. Dosamu yang merah seperti kain kirmizi sudah dihapuskan dan Anda sudah putih. Jangan kotorkan lagi karena dunia ini tapi justru sebaliknya, kita pun menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk ‘memutihkan’ dunia.

 

Setelah kita menjadi putih, saatnya kita ‘memutihkan’ dunia dengan menjadi perpanjangan tangan Tuhan

Ikuti Kami