Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 51; Markus 1; Yesaya 53-54
Bagaimana orangtua bisa bahagia apabila anaknya terus menerus bertanya apakah kebutuhan-kebutuhannya akan dipenuhi? Orangtua akan merasa frustasi dan sedih, bahkan mungkin marah karena anaknya tidak memercayainya.
Alkitab mencatat beberapa referensi yang menceritakan pada kita tentang betapa Allah sangat senang bila kita memercayai DIA atas setiap kebutuhan. Prajurit mengekspresikan iman yang besar ketika ia memberitahukan Yesus untuk “katakan sepatah kata saja” maka pelayannya akan disembuhkan. Yesus mengatakan pada murid-muridNya, “Pandanglah burung-burung .... yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” (Matius 6:26).
Allah menghargai kepercayaan kita kepada-Nya melebihi kualitas karakter yang lainnya. Dan bagaimana kita mengembangkan kepercayaan? Caranya dengan meluangkan waktu di hadirat Allah, melalui doa, penyembahan, dan membaca firman-Nya. Kita juga mengembangkannya saat melangkah dengan iman, dan menemukan bahwa DIA sungguh-sungguh dapat dipercaya. Apakah Anda memercayai DIA untuk setiap kebutuhan dalam hidup Anda?
Iman adalah hal yang paling Allah cari-cari di dalam kehidupan setiap orang yang mengaku sebagai murid-Nya.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”