Berperang Dalam Doa
Kalangan Sendiri

Berperang Dalam Doa

Lori Official Writer
      161

Ayat Alkitab: Daniel 6:10“Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya."

 

Bayangkan Anda dilempar ke dalam gua singa yang kelaparan tanpa perlindungan apapun. Pastinya kita tidak akan punya harapan untuk selamat. Tetapi berbeda halnya dengan seorang Daniel, seperti dicatat dalam Daniel 6: 23, “Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.”

Semua yang dialami Daniel terjadi karena kesetiaannya untuk tetap berdoa kepada Tuhan. Sejak menjadi buangan di kerajaan Babel, Daniel tidak pernah melupakan warisan iman Yahudinya yaitu beribadah kepada Tuhan. Dia selalu berkomitmen untuk mencari Tuhan dengan berdoa tiga kali sehari. 

Ketika para pejabat iri hati menjebaknya dengan undang-undang yang melarang doa kepada siapa pun selain Raja Darius, Daniel tidak gentar. Ia tidak berusaha melawan dengan kekerasan, tidak pula mencari jalan pintas untuk menyelamatkan diri. Sebaliknya, ia masuk ke kamarnya, berlutut, dan tetap berdoa kepada Allah. Inilah sikap hati seorang pejuang sejati—berperang bukan dengan pedang, melainkan dengan doa.

Doa bagi Daniel bukanlah rutinitas kosong, melainkan nafas iman. Ketika ia berdoa, surga bergerak. Allah menutup mulut singa dan membalikkan keadaan, sehingga Raja Darius akhirnya memuliakan Allah Israel. Daniel adalah salah satu dari banyak tokoh dalam Alkitab yang menunjukkan iman mereka melalui kepercayaan yang tenang terhadap Firman Tuhan.

Dia menjadikan doa sebagai senjata rohani yang paling ampuh. Doa bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi sebuah bentuk tindakan iman bahwa Tuhan akan bertindak. 

Di masa ini kita mungkin menghadapi tantangan yang berbeda dari yang dihadapi Daniel. Musuh kita bisa dalam berbagai bentuk, bukan hanya dalam bentuk figur. Itu bisa berupa tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau pergumulan batin. Seberapa serius kita menanggapi setiap musuh dalam hidup kita melalui doa? Daniel menjadi pengingat bagi kita untuk kembali memandang bahwa doa adalah senjata rohani yang bisa membuka jalan bagi kuasa Tuhan melakukan pekerjaan besar yang melampaui keterbatasan kita. 

 

Action Praktis:

Apakah Anda sudah membangun kebiasaan berdoa secara konsisten seperti Daniel? Renungkan kembali bagaimana doa telah menolong Anda menghadapi peperangan rohani. Ingatlah satu pengalaman doa yang paling berdampak dalam hidup Anda, lalu bagikan kesaksian itu untuk menguatkan orang lain.

 

Hidup Anda berharga, dan Tuhan tidak pernah melepaskan tangan-Nya dari Anda. Hari ini adalah kesempatan baru untuk membuka hati dan membiarkan kasih-Nya memulihkan setiap luka. Jika Anda rindu didoakan, butuh teman berbagi dan membutuhkan bimbingan rohani, hubungi kami dengan klik banner di bawah.

Ikuti Kami