Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 9; Matius 9; Obaja 1
Organizational behaviour adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia di dalam perusahaan. Hakekatnya adalah ilmu yang mempelajari motivasi seseorang dan bagaimana seorang manajer dapat mengerti dan mengoptimalkan motivasi mereka untuk kepentingan perusahaan. Dengan kata lain setiap orang akan menuntut, "What's in it for me?"
Secara umum, motivasi seseorang selalu berpusat pada diri sendiri. Abraham Maslow misalnya menuturkan dalam teori motivasi bahwa manusia akan mulai dengan kebutuhan fisik, lalu setelah kebutuhan dasar itu terpenuhi, dia akan beranjak kepada kebutuhan berikutnya, seperti kebutuhan keamanan, kebutuha akan cinta, kebutuhan akan penghargaan, dan terakhir hasrat untuk pengaktualisasian dirinya.
Kalau dilihat dari naluri manusia sepertinya cuma aku, aku, dan aku. Atau untuk aku, aku, dan aku. Tetapi Paulus memusatkan dirinya kepada Kristus. Puncak tertinggi dari kebutuhannya bukanlah aktualisasi diri, tetapi agar dia dapat mengenal Kristus, mengenal kuasaNya dan bersekutu dalam penderitaanNya, dan diubahkan dalam kematianNya. Deretan hasratnya bertentangan dengan naluri manusia pada umumnya. Bagaimana dengan kita? Apakah puncak kepuasan kita yang tertinggi?
Manusia akan tetap gelisah sampai pada puncak tertinggi hasrat mereka, yaitu persekutuan dengan Kristus.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”