Pembawa Damai bagi Dunia

Renungan Harian / 23 May 2026

Pembawa Damai bagi Dunia
Claudia Jessica Official Writer
      119

2 Korintus 5:18

“Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.”

 

Salah satu hal paling menyakitkan dalam hidup adalah hubungan yang rusak. Bisa dengan keluarga, sahabat, pasangan, atau bahkan dengan Tuhan. Di luar mungkin semuanya terlihat baik-baik saja, tetapi di dalam hati ada jarak, luka, dan keterpisahan.

Sejak manusia jatuh dalam dosa, hubungan manusia dengan Allah pun menjadi rusak. Dosa membuat manusia hidup jauh dari Tuhan. Tetapi kabar baiknya, Tuhan tidak membiarkan manusia tetap terpisah dari-Nya.

2 Korintus 5:18 berkata, “Dan semuanya ini dari Allah…” Artinya, perdamaian dimulai dari Tuhan sendiri. Tuhanlah yang mengambil langkah pertama. Melalui Yesus Kristus, Allah membuka jalan supaya manusia bisa kembali memiliki hubungan yang dengan-Nya.

Salib bukan sekedar simbol kasih. Salib adalah jembatan pendamaian antara manusia berdosa dan Allah yang kudus.

Yang luar biasa, setelah kita diperdamaikan dengan Tuhan, Dia juga mempercayakan “pelayanan pendamaian” kepada kita. Artinya, Injil tidak berhenti hanya untuk dinikmati sendiri. Kita dipanggil menjadi pembawa kabar baik itu kepada orang lain.

Tuhan memanggil kita menjadi duta Kristus yang mewakili Dia dimanapun kita berada.

Sering kali kita berpikir pelayanan hanya terjadi di gereja atau di atas mimbar. Tapi tidak! Pelayanan termasuk pelayanan pendamaian bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti menjadi pembawa damai di tengah konflik, mengampuni orang lain, menunjukkan kasih, atau hidup dengan cara yang mencerminkan Kristus.

Bahkan lewat sikap dan perkataan kita sehari-hari, orang lain bisa melihat seperti apa kasih Tuhan itu.

Di dunia ini, banyak orang yang terluka, kecewa, dan hidup tanpa pengharapan. Karena itu Tuhan ingin memakai hidup kita untuk membawa mereka kembali mengenal-Nya. Bukan karena kita sempurna, tetapi karena kita sudah lebih dulu menerima kasih karunia-Nya.

Kadang kita terlalu nyaman menikmati keselamatan sendiri sampai lupa bahwa ada banyak orang yang belum mengenal Tuhan. Padahal Injil bukan hanya kabar yang kita terima, tetapi pesan yang dipercayakan untuk kita bagikan.

 

Momen Refleksi:

Apakah kamu sudah membawa orang lain semakin dekat kepada Tuhan?

Action:
Hari ini, mintalah Tuhan memakai hidupmu sebagai pembawa pendamaian. Mulailah dari hal sederhana seperti jadi pembawa damai, menunjukkan kasih, atau mendoakan seseorang yang belum mengenal Kristus.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?