Menguatkan dan Meneguhkan Hati
Kalangan Sendiri

Menguatkan dan Meneguhkan Hati

Hilda Tri Lestari Contributor
      147

Yosua 1:9

Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 36; Kisah Para Rasul 8; Keluaran 21-22

Perkataan “kuatkan dan teguhkanlah hatimu” tercatat lebih dari sekali saat Yosua hendak menggantikan Musa. Tuhan tahu apa yang akan dihadapi Yosua ke depan, yaitu memimpin bangsa Israel.

Hal yang sama pernah disampaikan Musa agar Yosua menguatkan dan meneguhkan hatinya. (Ulangan 31:6)

Yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa Tuhan berkata “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu” bukannya “Aku akan menguatkan dan meneguhkan hatimu?”

Lalu mengapa Musa berkata kepada Yosua, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu” bukan “Tuhan akan menguatkan dan meneguhkan hatimu?”

Jawabannya adalah masalah hati merupakan pilihan manusia. Tuhan tidak mau campur tangan atas masalah hati seseorang. Ingat, Tuhan sudah memberikan kehendak bebas bagi setiap kita.

Tuhan mau Yosua (dan kita) sendiri menguatkan dan meneguhkan hati kita di tengah-tengah persoalan karena kita percaya Tuhan menyertai kita.

Sekalipun sepertinya Tuhan tidak mau campur tangan, tetapi Tuhan akan selalu bekerja dengan cara-Nya; melalui peristiwa tertentu, orang-orang sekitar dan bahkan melalui firman-Nya untuk menguatkan iman kita.

Saudara-saudara, apapun yang terjadi dalam setiap kehidupan kita mari ambil satu keputusan hati untuk tetap kuat dan teguh dalam Tuhan karena kita mau bersepakat dengan kasih dan kuasa-Nya. Jika kesepakatan itu terjadi, lihatlah kita akan keluar menjadi lebih dari pemenang atas setiap proses kehidupan kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Ikuti Kami