7 Tokoh Alkitab yang Memilih Bunuh Diri, Ngeri!

Kata Alkitab / 6 September 2022

Kalangan Sendiri

7 Tokoh Alkitab yang Memilih Bunuh Diri, Ngeri!

Lori Official Writer
1133

Alkitab memandang jika bunuh diri sama halnya dengan pembunuhan, dimana pelakunya adalah diri sendiri. Tentu saja hal ini bertentangan dengan kepercayaan Kristen karena kita memahami jika hanya Tuhanlah yang memegang kendali atas hidup kita, termasuk kematian kita. Seperti disampaikan di dalam Mazmur 31: 15, “Masa hidupku ada dalam tangan-Mu…”.

Namun tetap saja ada banyak orang yang memilih bunuh diri. Bahkan di Alkitab terdapat 7 tokoh yang memutuskan untuk bunuh diri, diantaranya:

1. Abimelekh 

“Tetapi seorang perempuan menimpakan sebuah batu kilangan kepada kepala Abimelekh dan memecahkan batu kepalanya. Dengan segera dipanggilnya bujang pembawa senjatanya dan berkata kepadanya: “Hunuslah pedangmu dan bunuhlah aku, supaya jangan orang berkata tentang aku: Seorang perempuan membunuh dia.” Lalu bujangnya itu menikam dia, sehingga mati." (Hakim-hakim 9: 53-54)

Abimelekh memilih untuk bunuh diri setelah mengalami luka parah di bagian kepalanya. Dia memilih untuk mati dibandingkan mendengar olokan orang-orang mengenai dia. Akhir hidup Abimelekh begitu tragis, dia mati setelah dihunus pedang.

Walaupun kematian Abimelekh terkesan karena perbuatan orang lain, tapi tindakan bunuh diri bisa kita lihat di ayat 54 ketika dia menyuruh bujangnya untuk menghunuskan pedangnya.

 

Baca Juga: Mencoba Bunuh Diri? Jangan Lakukan Itu, Masih Ada Harapan Bagimu

 

2. Simson 

“Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: "Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin." Kemudian Simson merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain dengan tangan kirinya. Berkatalah Simson: "Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini." Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.” (Hakim-hakim 16: 28-30)

Simson berdoa supaya Tuhan menguatkan dia untuk terakhir kalinya sehingga dia bisa membalas dendam kepada orang Filistin. Lalu dia berkata, “Biarlah aku mati bersama orang Filistin.” Dan dia mendorong dua pilar utama yang menopang kuil. 

Kuil itu runtuh dan menimpa para penguasa Filistin dan semua orang tewas termasuk Simson. Dalam kasus ini, banyak orang yang memandang tindakan Simson bukan sebagai bunuh diri tetapi bentuk pengorbanan diri atau mati martir demi menumpas kejahatan.

 

3. Raja Saul 

Sewtelah terluka parah setelah berperang menghadapi bangsa Filistin, Raja Saul ingin para pasukannya mengambil pedangnya dan membunuhnya sebelum orang Filistin melakukannya hal tersebut.

Orang yang ia suruh pun merasa ketakutan dan menolak untuk melakukannya. Lalu Saul mengambil pedangnya dan bunuh diri.

“Kemudian makin beratlah pertempuran itu bagi Saul; para pemanah menjumpainya, dan melukainya dengan parah. Lalu berkatalah Saul kepada pembawa senjatanya: "Hunuslah pedangmu dan tikamlah aku, supaya jangan datang orang-orang yang tidak bersunat ini menikam aku dan memperlakukan aku sebagai permainan." Tetapi pembawa senjatanya tidak mau, karena ia sangat segan. Kemudian Saul mengambil pedang itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya. Ketika pembawa senjatanya melihat, bahwa Saul telah mati, iapun menjatuhkan dirinya ke atas pedangnya, lalu mati bersama-sama dengan Saul.” (1 Samuel 31: 3-5)

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami