Cinta yang Tuhan Kehendaki
Kalangan Sendiri

Cinta yang Tuhan Kehendaki

Claudia Jessica Official Writer
      1121

Yakobus 1:22

Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 45; Kisah Para Rasul 17; Keluaran 39-40

Sebagai seorang ibu, saya ingin anak-anak saya murah hati dan lembut dalam menilai orang lain. Sangat mudah untuk mengkritik orang yang menjengkelkan. Terkadang kita juga dapat menilai orang lain dengan spontan atau tidak sengaja membandingkan diri kita dengan orang-orang yang kita temui, atau kita lihat melalui media. Hal ini membuat kita merasa superior atau inferior. Bagaimana kita harus bereaksi terhadap orang-orang yang menyebalkan dan mengganggu kita?

Saya membawa putri saya, Tory ke Atlantic City, New Jersey, untuk merayakan 75 tahun Kontes Miss America. Sebuah reuni besar mantan Miss Americas, dan sebanyak 44 orang dari kami menghadiri acara ini. Tory membawa buku dan pena, ia bertekad untuk mendapatkan tanda tangan setiap orang di sana.

Saat kami berjalan di sepanjang trotoar, saya dikejutkan oleh dikotomi yang luar biasa di depan kami. Lampu berkedip dan berkilau menerangi sepanjang jalan. Para peserta menggunakan tuksedo dan gaun yang berkilauan. Di tengah semua itu, para tunawisma meringkuk di samping-samping gedung. Pengemis, dan orang cacat, banyak dari mereka yang sedang bermain harmonika dan memegang cangkir dengan penuh harapan.

Saat saya meihat putri saya melihat kekaguman pada semua orang yang “cantik”, saya berdoa, Tuhan, bantu dia untuk melihat melewati hiasan. Ajari dia untuk menemukan identitasnya di dalam Engkau, bukan dalam keluarganya, hartanya, atau pencapaiannya. Bantulah kami berdua, Wanita Tuhan, untuk melihat orang-orang sama seperti Engkau melihat mereka. Tuhan, ketika kami menemukan orang-orang yang kehilangan identitas diri mereka, tolong kami untuk mengakui mereka.

Yakobus 1:22-27 mengatakan, “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya. Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.”

Sangat mudah untuk mencintai hal-hal yang indah, tetapi mengucapkan kata-kata yang lembut dari hati yang tulus adalah pekerjaan Roh Kudus. Itu terjadi ketika kita menyerahkan diri kida dan berpeganglah pada Tuhan.

Yesus berkata, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Yohanes 13:34-35.

Jika Anda pernah menghakimi orang lain atau memandang rendah mereka, mari kita berdoa.

Tuhan maafkan saya karena menghakimi orang lain dengan kasar dan berbicara kritis. Bantu saya untuk mengingat bahwa Engkau telah mengampuni saya dalam hidup ini. Saya ingin mencerminkan Engkau kepada semua orang yang saya temui, terutama kepada anak-anak saya. Gunakan perkataan saya untuk membawa keutuhan dan kesembuhan.

 

Dikutip dengan izin dari Near to the Heart of God , oleh Terry Meeuwsen © 1998.

Ikuti Kami