#FaktaAlkitab: Bangsa dengan Sejarah Panjang di Alkitab yang Hancur Karena Perang

Fakta Alkitab / 6 August 2021

#FaktaAlkitab: Bangsa dengan Sejarah Panjang di Alkitab yang Hancur Karena Perang

Claudia Jessica Official Writer
1740

Suriah, merupakan salah satu negeri di Timur Tengah yang mengalami konflik perang antar saudara dalam beberapa tahun terakhir. Sejak tahun 2011, Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah atau Syrian Observatory for Human Rights yang dikenal sebagai SOHR, mencatat lebih dari 370.000 nyawa melayang akibat perang yang terjadi di sana.

Jauh ribuan tahun lalu, rupanya Suriah beberapa kali masuk kisah-kisah di Alkitab. Jika ditarik lebih jauh lagi, ternyata penghuninya merupakan keturunan dari salah satu tokoh terkenal di Alkitab. 

 

Letak Geografis

Siria merupakan salah satu wilayah yang pernah disebutkan dalam Alkitab, yakni dalam Matius 4:24. Menurut Rene Dussaud, dalam bukunya yang berjudul “Topographie Historique de Ia Syrie Antique it Medievale” batas-batas Siria mencakup Pegunungan Taurus di sebelah utara, Sungai Efrat dan kaki padang gurun Arabia sampai ke Laut Mati di sebelah Timur, sementara bagian barat berbatasan dengan Laut Tengah, dan ujung bagian selatan berbatasan dengan jazirah Sinai. 

 

Aram dalam Perjanjian Lama

Dalam Alkitab, wilayah Siria menunjuk ke wilayah sekitar Damaskus, yang terletak di sebelah utara Israel, dengan Laut Tengah di sebelah barat. Dalam Perjanjian Lama, wilayah atau sebutan Siria dikenal sebagai wilayah Aram. 

Berdasarkan sejarah Alkitab nama Aram merupakan anak Sem. "Aram bin Sem" disebutkan dalam daftar keturunan Nuh yang ditulis dalam Kejadian 10:22-23 dan 1 Tawarikh 1:17.

Ada indikasi bahwa Yakub dan Abraham pernah tinggal di wilayah Aram selama beberapa waktu. Hal ini merujuk pada Ulangan 26:5 yang berbunyi, "Maka engkau harus menyatakan di hadapan TUHAN, Allahmu: 'ayah saya adalah seorang pengembara Aramean, dan ia pergi ke Mesir dengan sedikit orang dan tinggal di sana dan menjadi bangsa yang besar, kuat dan banyak."

Dalam ayat ini, kata Ibrani rammîy (רמי) ditemukan juga dalam 2 Tawarikh 22:5, yang diterjemahkan “Aramaean” atau Suriah.

BACA JUGA: #FaktaAlkitab: Asal Usul Kerudung Dalam Alkitab dan Tradisi Yahudi

Aram terletak di luar Israel. Israel pernah menaklukan wilayah Aram dengan kotanya bernama Damsyik Di bawah kepemimpinan Raja Daud (2 Samuel 8:5-6). Sementara itu Rezon bin Elyada raja Damsyik, pernah memusuhi bangsa Israel pada zaman pemerintahan Raja Salomo (1Raja-raja 11:23-25).

Namun pada waktu Israel pecah menjadi dua kerajaan, wilayah ini menjadi bebas dan berulang kali mengusik Israel. Israel yang ada di utara yang dipimpin Raja Pekah bin Remalya tercatat pernah bersekutu dengan Raja Aram untuk menyerang Yehuda. (Yesaya 7:1)

Sekitar tahun 800 SM, Siria diserang oleh Kerajaan Asyur, tapi raja Tiglatpileser-lah yang berhasil merebut kotanya. Siria menjadi tidak berarti sampai pada zaman kekuasaan kerajaan Yunani, yang kemudian dilanjutkan oleh kerajaan Romawi. Romawi kemudian menjadikan Siria sebagai salah satu provinsi di wilayah kekuasaannya.  

 

Baca halaman selanjutnya -->

Siria dalam Perjanjian Baru

Saat kerajaan Romawi berkuasa, wilayah Aram berganti nama menjadi Siria. Dalam Perjanjian Baru, nama atau wilayah Siria muncul beberapa kali dan dipakai untuk menyebutkan salah satu provinsi yang ada di wilayah Romawi (Mat 4:24, Luk 2:2, Kis 15:23,41, & Kis. 18:18).

Dalam Septuaginta, yaitu terjemahan Alkitab Perjanjian Lama bahasa Ibrani ke bahasa Yunani, menulis Siria sebagai pengganti Aram. 

 

Damaskus tempat Saulus Bertobat

Damaskus adalah ibu kota sekaligus kota terbesar di Suriah. Kota ini merupakan salah satu kota tertua di dunia. Damaskus dulunya bernama Damsyik. Dalam Alkitab nama Damsyik banyak disebutkan, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, serta menjadi salah satu kota tertua berusia lebih dari 5000 tahun yang terus dihuni umat manusia. 

Dalam Kisah Para Rasul 9 dikisahkan sewaktu masih mengejar dan menganiaya pengikut Kristus, Saulus justru bertemu dengan Yesus dalam perjalanannya ke Damsyik. Saulus kemudian ditolong dan didoakan oleh Ananias yang merupakan murid Tuhan di kota itu. Dari sanalah Saulus kemudian bertobat dan menjadi pemberita Injil.

 

Bahasa Aram warisan Penting Suriah

Warisan penting dari wilayah Suriah adalah Bahasa Aram. Bahasa ini sempat menjadi lingua franca di wilayah Persia hingga Asia Minor. Serta menjadi bahasa untuk menulis beberapa bagian kitab Daniel dan kitab Ezra.

Bahasa Aram dikenal juga sebagai bahasa ibu Yesus Kristus. Yesus dilahirkan sebagai orang Yahudi di Bethlehem di Yudea yang saat itu menjadi jajahan Romawi.

Yesus tumbuh besar di Nazaret lalu menyebarkan ajarannya di Galilea. Pada abad pertama, para penduduk yang ada di daerah Galilea dan Yudea menggunakan bahasa Aram sebagai bahasa utamanya. Tak heran jika Yesus juga menggunakan bahasa ini dengan para murid dalam pergaulan sehari-hari.

Dalam teks Yunani Perjanjian Baru, ada beberapa kata-kata dan frasa Aram yang dimasukkan tanpa diterjemahkan. Kata-kata ini sebagian besar adalah kata-kata Yesus sendiri, seperti Talita kum, Efata, dan Eli Eli lama sabakhtani.

Saat ini, di Suriah masih ada empat desa kecil yang tetap menggunakan Bahasa Aram, yaitu Maaloula, Saidnaya, Jubb'adin and Bakhah.

BACA JUGA: #FaktaAlkitab: Tokoh Alkitab Penderita Penyakit yang Hanya Bisa Disembuhkan Oleh Tuhan

Mereka menggunakan bahasa yang nyaris sama dengan yang digunakan oleh Yesus dan para bapa gereja awal.

Penggunaan bahasa Aram di wilayah-wilayah ini terus digunakan di tengah kebangkitan bahasa Arab yang umum digunakan di Suriah. Sebagai daerah terakhir yang tersisa yang menggunakan bahasa Aram, maka daerah tersebut merupakan sumber penting untuk studi linguistik antropologis mengenai bahasa Aram abad pertama.

 

Kekristenan di Suriah

 

Baca halaman selanjutnya -->

Kekristenan di Suriah

Kekristenan di Suriah sudah ada sejak abad pertama. Hal ini terbukti dari Kisah Para Rasul 9 yang mencatat bahwa sudah ada orang-orang percaya yang tinggal di Damsyik (Damaskus), diantaranya ialah Ananias yang melayani Paulus.

Tujuan Paulus ke Damsyik adalah untuk menganiaya para murid Tuhan di sana. Setelah Paulus bertobat di Damsyik maka di kota itu juga ia langsung memberitakan Kabar Baik (Kisah Para Rasul 9:19-21). Sementara itu Injil Matius 4:23-25 mencatat bahwa buah pelayanan Yesus sudah mencapai Siria.

Hingga saat ini diperkirakan bahwa umat Kristiani di Suriah berjumlah 11 % dari seluruh penduduk Suriah.

Sebagian besar merupakan generasi yang telah ribuan tahun menganut kekristenan, yakni sejak zaman rasul menyebarkan Injil. Beberapa kota besar seperti Aleppo, Damaskus dan Homs banyak didiami orang Kristen, Bahkan Homs memiliki situs wisata populer bernama Krak des Chevaliers atau benteng tentara Salib di Suriah.

Demikian Fakta Alkitab mengenai Siria atau Aram, yang sekarang dikenal dengan Suriah.

Apakah kamu merasa diberkati dengan artikel ini? Bagikan artikel ini agar lebih banyak orang yang merasa terberkati. Dukung kami untuk terus memproduksi konten yang dapat memberkati banyak orang dengan donasi. Berapapun yang kamu berikan, akan sangat membantu jawaban.com untuk terus beroperasi. Donasi di sini.

Jika kamu ingin menonton video fakta Alkitab lainnya, kunjungi YouTube Jawaban! Klik di sini.

Sumber : jawaban channel
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami