#FaktaAlkitab: Asal Usul Kerudung Dalam Alkitab dan Tradisi Yahudi

#FaktaAlkitab: Asal Usul Kerudung Dalam Alkitab dan Tradisi Yahudi

Lori Official Writer
1129

Penggunaan kerudung identik dengan sebuah keyakinan jati diri dimana wanita harus menutupi kepalanya. Kerudung atau tudung kepala ternyata ada ditulis dalam Alkitab lho!

Fakta Alkitab kali ini akan membahas Kerudung atau Tudung Kepala.

Bagaimana sejarah kerudung mulai diterapkan sebagai kewajiban di zaman dulu? Apakah wanita Kristen wajib untuk menggunakan kerudung?

 

Asal Usul Kerudung

Kerudung dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah kain penutup kepala perempuan. Kerudung berbentuk semacam selendang yang menutupi bagian atas kepala dan rambut perempuan.

Penggunaan Kerudung dalam kehidupan sehari-hari dilakukan karena berbagai tujuan, seperti untuk kehangatan bagian tubuh tertentu, kebersihan, bentuk tradisi, untuk fashion, atau jati diri dengan alasan keagamaan, kesopanan, dan berbagai alasan lainnya.

Selain kerudung, ada beberapa istilah yang bisa digunakan untuk kain lainnya yang menutupi kepala ini, diantaranya shayla, snood, chador, niqab, burka, turban, dan lain sebagainya. Penutup kepala untuk perempuan sudah dikenal ribuan tahun yang lalu. 

Penduduk Iran tempo dulu, kelompok-kelompok Yahudi, dan juga bangsa India merupakan bangsa pemakai kerudung. Kerudung juga digunakan sebagai pakaian yang terhormat oleh kaum wanita Zaroaster, Hindu, Yahudi, dan Kristen. Sementara itu di abad 17, kaum wanita di beberapa daerah nusantara sudah menggunakan kerudung.

 

Baca Juga: #FaktaAlkitab: Kapan Orang Kristen Harus Ibadah Puasa?

 

Sejarah Kerudung Dalam Tradisi Yahudi

Dr. Menachem M. Brayer, yang merupakan seorang pemuka agama Yahudi yang juga sebagai Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature, menulis bahwa pakaian wanita Yahudi yang bepergian keluar rumah yaitu dengan menggunakan penutup kepala. 

Dr. Brayer Dalam bukunya tersebut mengutip pernyataan beberapa Rabbi atau pendeta Yahudi kuno yang terkenal: "Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala" dan "Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut istrinya terlihat," dan "Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan."

Selain itu Dr. Brayer menambahkan bahwa, wanita Yahudi yang tidak menggunakan penutup kepala dianggap penghinaan terhadap kesopanannya. Jika kepalanya tidak tertutup dia bisa dikenai denda sebanyak empat ratus zuzim (koin Yahudi) untuk pelanggaran tersebut.

Sementara itu Hukum Yahudi melarang seorang Rabbi untuk memberikan berkat dan doa kepada wanita menikah yang tidak menutup kepalanya karena rambut yang tidak tertutup dianggap “telanjang". 

Kerudung juga menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan kemewahan yang dimiliki oleh seorang wanita yang mengenakannya. Martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi bisa dinilai dari kerudung di kepalanya. 

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami