Pelajaran dari Sebuah Plat Mobil

Renungan Harian / 25 September 2016

Kalangan Sendiri
Pelajaran dari Sebuah Plat Mobil
Lori Official Writer
      7450

Galatia 2: 20

namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.

 

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu87[/kitab]; [kitab]Lukas8[/kitab]; [kitab]Yerem13[/kitab]

Pada suatu hari, saya pulang ke rumah dengan perasaan tertentu dan berpikir bagaimana saya bisa membantu seseorang untuk menumbuhkan kembali harapan baru dalam hidupnya. Lalu di suatu pagi, saya mendapat email yang cukup panjang dari seorang wanita yang mengalami depresi. Dia lalu bercerita panjang lebar tentang bagaimana dia merasa kecewa dengan keluarga dan pendeta gerejanya. Dia mengaku benar-benar muak dengan orang-orang ini.

Setelah membaca semua surat itu, sejenak saya terdiam dan meminta kepada Tuhan agar saya bisa membalas email tersebut dengan kata-kata tepat. Lalu mataku tertuju pada satu kata dalam surat itu ‘aku’. Hampir setiap kalimat yang dituliskannya diawali dengan kata ‘aku’. Kemudian Tuhan seperti berkata ‘Itulah masalahnya!’.

Hal ini mengingatkan saya tentang masalah depresi yang diderita sebagian orang. Seorang Fisiologi Kristen pernah menjelaskan bahwa kebanyakan orang menjadi depresi karena mereka terlalu fokus kepada diri mereka sendiri. Segala hal dalam hidupnya mengarah pada ke’aku’an. Selalu menilai apa yang orang lain lakukan atau menilai apa yang sudah diberikan hidup ini kepada diri sendiri.

Kasus ini mengingatkan saya tentang kejadian lucu saat dalam perjalanan pulang di suatu sore. Saat mobil saya mulai melambat sebelum memasuki pintu terowongan, saya melihat ada satu mobil yang saat itu melaju. Di plat mobil itu tertulis sesuatu yang lucu, saya mulai mendekat dan menyadari bahwa plat itu bertuliskan ‘2MANYIZ’ (Too many ‘I’ s, read) atau terlalu banyak ‘aku’.

Saya mengerti saat itu bahwa Tuhanlah yang menegaskan hal itu kepada saya. Ketika kita memakai kata ‘I’ atau ‘aku’ dalam kehidupan kita, kita akan selalu berfokus pada diri kita sendiri. Akibatnya, kita akan terpenjara dengan diri kita sendiri. Mari belajar tentang pesan rasul Paulus dalam Galatia 2:20  bahwa ketika kita sudah hidup dalam Tuhan, sesungguhnya hidup kita bukan kita lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam kita. – Missey Butler

 

Depresi timbul ketika kita hanya berfokus pada diri sendiri

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?