Jangan Biarkan Pikiranmu Ditawan
Kalangan Sendiri

Jangan Biarkan Pikiranmu Ditawan

Lori Official Writer
      376

Kolose 2:8

"Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus."

 

Jika Anda adalah seorang pengguna sosial media, mungkin Anda suka menemukan ratusan konten yang dikemas semacam pengembangan diri atau pengajaran psikologi. Seringnya mereka menggunakan kata "manisfestasikan hidupmu" atau "afirmasi positif untuk menarik hal baik". Kalimat-kalimat lain yang juga terdengar sangat memotivasi seperti "Kamu adalah pencipta dari realitasmu sendiri". 

Semua konten ini dikemas dengan pandangan yang terdengar sangat positif, membangun dan bahkan membungkusnya dengan kalimat-kalimat yang spiritual - ditambah dengan membagikan bukti-bukti pengalaman yang berhasil, ini membuat kita akhirnya mudah sekali tertarik.

Namun, tahukah Anda. Bentuk-bentuk pengajaran maupun pandangan semacam inilah yang Paulus ingatkan untuk diwaspadai bahkan sejak dua ribu tahun yang lalu. Katanya, "Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus." (Kolose 2:8)

Gerakan manifestasi dan afirmasi adalah salah satu yang Paulus maksudkan. Kenapa? Kita mungkin berpikir kalau itu bagian dari ilmu pengembangan diri yang memotivasi dan positif. Tetapi jika ditelusuri lebih dalam, disana terkandung filsafat palsu yang bertujuan untuk menggantikan Tuhan. Pengajaran ini menekankan bahwa pikiran kitalah yang menciptakan realitas kita dan "alam semesta" akan mewujudkannya. Tanpa sadar kita sebenarnya sedang dijauhkan dari keberlekatan kita dengan Tuhan yang hidup dan berdaulat.

Yang juga mengejutkannya, pengajaran ini bukan sesuatu yang baru muncul. Ini persis sama seperti tipu muslihat si Iblis kepada Hawa di Taman Eden: "Kamu akan menjadi seperti Allah" (Kejadian 3:5). Dengan menggantikan posisi Tuhan dengan kendali diri sendiri, kita sebenarnya tidak mengakui Tuhan sebagai pusat kendali yang sejati.

Paulus mengingatkan bahwa segala hikmat dan pengetahuan tersembunyi di dalam Kristus (Kolose 2:3) dan bukan di dalam kekuatan pikiran kita, bukan di dalam afirmasi yang kita ulang-ulang. Bahkan Firman Tuhan tidak berjanji bahwa kita akan mendapatkan semua yang kita inginkan, sebaliknya Firman-Nya mengatakan hal yang jauh lebih besar bahwa "rencana-Nya sempurna, bahkan melampaui semua yang kita pikirkan dan doakan." (Roma 8:28).

Inilah kebenaran yang harus kita pegang! Bahwa kita tidak dipanggil untuk mengendalikan hidup kita, tetapi kita dipanggil untuk mempercayai Sang Penenun dan pendamai kita yaitu Yesus Kristus. 

 

Action Praktis:

Mari berhati-hati di dalam mempercayai pandangan maupun filsafat kosong dan palsu yang ditawarkan dunia dengan memperhatikan beberapa hal ini:

1. Uji setiap ajaran dengan Firman. Tanyakan: apakah ini selaras dengan Kitab Suci, atau hanya terdengar spiritual? (Kisah Para Rasul 17:11)

2. Kenali akarnya. Konten yang menempatkan dirimu sebagai pusat kekuatan — bukan Allah — adalah filsafat dunia, bukan kebenaran Injil.

3. Ganti afirmasi dengan doa. Alih-alih mengklaim realitasmu sendiri, serahkan keinginanmu kepada Tuhan dan percayai kedaulatan-Nya (Filipi 4:6-7).

4. Jaga pikiranmu secara aktif. "Pikirkanlah semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil..." (Filipi 4:8) — ini bukan afirmasi diri, ini adalah ketaatan iman.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?