Pemerintah Rusia nampaknya terus menggunakan instrumen keagamaan dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan yang berhubungan langsung dengan masyarakatnya. Demi mempromosikan pesan toleransi, Rusia kini menggandeng Gereja Ortodoks.
Hal itu diungkapkan oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin dalam acara HUT Konstitusi Federasi Rusia ke-20 di Kedutaan Besar Rusia, Jakarta, Rabu (11/12/2013).
“Sistem pendidikan kami mengajarkan para pemuda untuk menghormati semua agama. Pemerintah Rusia juga mendekati dan bekerja sama dengan gereja Ortodoks untuk mendidik warga bertoleransi dan menghormati agama lain,” katanya.
Galuzin juga menjelaskan bahwa walaupun pemerintah dan gereja memiliki hubungan baik, terdapat pemisahan kekuasaan yang jelas antara agama dan negara. Pemerintah Rusia tidak mencampuri urusan gereja dan begitu juga sebaliknya. “Kami menganut prinsip pemisahaan antara agama dengan kekuatan politik,” tukasnya.
Baca Juga Berita Lain:
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”