Mempergunakan Waktu Dengan Bijak

Mempergunakan Waktu Dengan Bijak

Papa Henokh Hizkia Immanuel Simamora Official Writer
      2568

"dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat"

 ( Efesus 5:16 ).

 

Bacaan Alkitab setahun : [kitab]Mazmu84[/kitab]; [kitab]Lukas5[/kitab]; [kitab]Yerem16-17[/kitab]

 

Setiap orang biasanya punya kesenangan atau hobi masing-masing. Ada yang senang mengisi waktu luang dengan membaca komik, main internet, nonton film, jalan-jalan, atau main game. Semua aktivitas tersebut memang asyik dan bisa membantu menyegarkan pikiran, tapi jika berlebihan apalagi kecanduan, maka hal itu akan merusak kebiasaan kita yang baik. Misalkan kecanduan main game.

Ada banyak orang yang karena kecanduan main game mulai merasakan akibatnya. Bagi pelajar maupun mahasiswa nilai ujian mereka mulai merosot, karena malas belajar dan kurang konsentrasi. Begitu juga bagi yang sudah bekerja bila sudah kecanduan game hasil kerja mereka jadi tidak maksimal. Mereka semua cenderung sedang memboroskan waktu, asyik denga dunianya sendiri dan bekerja dengan tidak maksimal.

Hari ini Alkitab mengajarkan dan menasihati agar kita arif dan bijaksana dalam memanfaatkan waktu yang ada. Sebab waktu yang sudah lewat tidak bisa diulang, melainkan hanya bisa disesali saja.

Kita perlu belajar memanfaatkan waktu yang ada dengan maksimal, termasuk di dalamnya membuang kebiasaan suka menunda-nunda pekerjaan. Waktu yang teratur akan membuat setiap pekerjaan selesai tepat pada waktunya. Sebaliknya, kalau kita sering membuang waktu dengan hal-hal yang kurang bermanfaat, tugas atau pekerjaan kita akan terbengkalai. Kalau hari-hari ini adalah jahat, artinya kita perlu memanfaatkan waktu dengan lebih berhikmat dan disiplin.

Ingatlah sebagai orang yang sudah dewasa kita memiliki banyak tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan dengan sikap dan hasil yang ekselen. Waktu luang  yang sifatnya menyegarkan dan menyenangkan perlu kita lakukan bersama pasangan kita atau pun bersama keluarga kita. Tapi jangan sampai kesenangan tersebut mengontrol hidup kita atau mengambil waktu kebersamaan dengan keluarga, melainkan dengan bijak kita menggunakan berkat Allah tersebut. Seperti apa yang dikatakan Kitab Pengkotbah, bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.”

Kalau kita bisa memanfaatkan waktu dengan maksimal maka yakinlah suatu saat kita akan melihat buahnya.

 

Ikuti Kami