Dimanakah Hatimu?

Dimanakah Hatimu?

Budhi Marpaung Official Writer
      6238
Daniel 5:20
"Ketika ia menjadi tinggi hati dan keras kepala, sehingga berlaku terlalu angkuh, maka ia dijatuhkan dari takhta kerajaannya dan kemuliaannya diambil dari padanya"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 79; Roma 7; Ulangan 5-6

Kisah ini sungguh terjadi dimana ada seorang pria di Amerika Serikat yang masuk ke sebuah rumah sakit untuk menjalani beberapa tes kesehatan. Setelah melewati beberapa tes kesehatan, pria ini tidak menduga apa yang kemudian ditemukan oleh para dokter yang memeriksanya. Dari hasil pemeriksaan sinar X menunjukkan bahwa jantung pria tersebut berada pada posisi yang tidak seharusnya. Letak jantung pria tersebut ada di sebelah kanan, padahal seharusnya jantung berada di bagian sebelah kiri.

Disadari atau tidak, hati (bukan organ tubuh) kita pun dapat memiliki masalah yang sama. Hal ini terjadi saat kesombongan mulai tumbuh di hati kita. Rasa tinggi hati membuat kondisi rohani kita menjadi sangat buruk dan menyebabkan ‘posisi hati' kita berada di tempat yang salah.

Nebukadnezar dan Belsyazar adalah dua raja Babel, keduanya diberitahu bahwa mereka memiliki tinggi hati dan keangkuhan (Daniel 5:20-22). Akibatnya, Allah menghakimi mereka. Nebukadnezar direndahkan sampai ia mengakui bahwa Allah Yang Mahatinggi berkuasa atas segalanya (ayat 21), sedangkan Belsyazar terbunuh (ayat 30).

Kita perlu memeriksakan diri sendiri untuk melihat apakah hati kita sudah berada di tempat yang benar atau tidak. Adakah kita bergantung kepada Allah setiap hari? Adakah kita mengetahui bahwa kita semua dan segala yang kita miliki berasal dari belas kasihan dan anugerah-Nya? Apakah kita hidup sebagai hamba-hambaNya dengan hati yang penuh ucapan syukur dan senantiasa berserah pada kehendak-Nya? Hanya dengan menyadari akan pentingnya kerendahan hati yang tulus dan ketergantungan kepada-Nya, kita dapat memiliki hati yang berada "di tempat yang benar."

Kesombongan adalah biang dari segala dosa.

Ikuti Kami