Seperti yang saya katakan, dua gaya hidup yang saya nasehati kebanyakan adalah seorang pengendali dan seorang yang toleran, dan ada alasan yang sederhana untuk hal ini. Seorang pengendali seringkali menikahi seorang yang toleran (kelaziman yang kuno, dimana satu pribadi menarik pengaruh pribadi lawannya) dan kemudian seorang pengendali, lebih sering daripada tidak, memberikan seorang toleran waktu-waktu yang buruk dalam hidupnya. Secara tipikal, suami biasanya adalah seorang pengendali dan seorang istri adalah seorang toleran, namun ada kasus dimana kebalikannya yang terjadi.
Orang yang telah melewatkan banyak waktu yang sulit untuk berbicara dengan orang lain akan dapat melakukan yang lebih baik dengan berbicara pada mereka dan belajar untuk mengeluarkan pikiran mereka dengan jalan yang dapat diterima banyak orang. Belakangan mereka dapat mencoba untuk berkomunikasi dengan pasangannya dengan cara yang sama. (Catatan : Jika sifat pengendali Anda telah masuk level tindak kekerasan fisik, segeralah, jangan berlambat untuk datang pada seorang penasehat untuk mendapat pertolongan)
Dalam pernikahan semua kembali kepada sesuatu yang saya katakan sebelumnya tentang dua pribadi yang menjadi satu. Ketika dua menjadi satu, keduanya ada dalam kendali, keduanya bebas melakukan rencana mereka secara bersama-sama. Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”