Nehemia 8: 10
"Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!"
Bekerja dari matahari terbit sampai terbenam, lalu terjaga di malam hari memikirkan apa yang menanti besok, rasanya seperti berlari di atas treadmill yang tidak pernah berhenti. Lelah tapi tidak boleh berhenti, karena tanggung jawab terus menuntut.
Jika ini terasa familiar, Anda tidak sendirian. Banyak orang hari ini kelelahan bukan karena kurang bekerja, tetapi karena kita memilih bekerja dengan kesanggupan kita sendiri demi memenuhi setiap target yang ada.
Rasa lelah yang kita alami juga pernah dirasakan bangsa Israel yang baru pulang dari pembuangan. Waktu Ezra membacakan kitab Taurat di hadapan mereka, seluruh umat itu menangis histeris — bukan sekadar karena lelah fisik, tetapi karena tiba-tiba mereka sadar betapa jauh hidup mereka dari kehendak Tuhan, betapa hancur kota yang dulu mereka banggakan, dan betapa panjang jalan pemulihan yang masih harus mereka tempuh.
Justru di titik keputusasaan itulah Nehemia tampil dengan perintah yang terdengar mengejutkan: "Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!" Dan ia menutup nasihatnya dengan janji yang menjadi jangkar bagi kita hingga hari ini: "Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!" (Nehemia 8: 10)
Menariknya, Nehemia sama sekali tidak menyuruh mereka berhenti bekerja atau lari dari kenyataan yang sulit. Ia justru mengarahkan mereka kepada sumber kekuatan yang sesungguhnya. Sebab Alkitab memang tidak pernah mengajarkan bahwa bekerja keras itu salah — sejak di Taman Eden, Tuhan sendirilah yang merancang pekerjaan sebagai sesuatu yang baik bagi manusia. Yang sering membuat pekerjaan terasa menyiksa bukanlah pekerjaannya, melainkan cara kita menjalaninya.
Kita cenderung bekerja terlalu keras tanpa pernah bertanya arah kepada Tuhan, lalu diam-diam memisahkan hidup rohani dari pekerjaan sehari-hari, seolah keduanya adalah dua dunia yang tidak saling berhubungan.
Padahal Amsal 22:29 dengan jelas berkata, "Apakah kamu melihat seseorang yang terampil dalam pekerjaannya? Ia akan melayani di hadapan raja-raja." Artinya, sekecil apapun pekerjaan yang sedang kita kerjakan hari ini, sesungguhnya sedang dipersembahkan kepada Raja segala raja.
Di sinilah sukacita Roh Kudus berperan. Kata "sukacita" dalam teks Ibrani adalah "chedwah" - yang berakar dari kata kerja "bersukacita atau bergirang karena kekuatan yang meluap dari dalam". Ini bukanlah kebahagiaan permukaan yang lahir dari situasi yang baik-baik saja, melainkan sukacita yang lahir karena percaya Allah memegang kendali. Sukacita ini adalah kekuatan yang bertahan justru di tengah tekanan deadline dan beban tanggung jawab.
Yakobus mengingatkan, "Anggaplah semuanya itu sebagai sukacita... sebab cobaan imanmu menghasilkan ketekunan" (Yakobus 1:2-3). Setiap kelelahan yang kita bawa dalam doa, setiap pekerjaan yang kita lakukan sebagai ibadah, sedang ditenun Tuhan menjadi ketekunan yang berbuah.
Di titik hidup Anda saat ini — entah Anda sedang bergumul dengan tekanan pekerjaan yang menumpuk, beban finansial keluarga, atau kejenuhan mental yang membuat Anda merasa mati rasa—Tuhan tidak sedang menuntut Anda untuk pura-pura kuat. Sukacita dari Tuhan mengubah kelelahan fisik dengan kekuatan ilahi. Karena sukacita sorgawi bertindak sebagai sistem imun rohani yang menjadi kekuatan kita — hari demi hari, sampai musim ini berlalu.
Action Praktis:
Sebelum membuka daftar tugas pagi ini, luangkan lima menit meminta Roh Kudus menutup bungkus hati Anda sepenuhnya dengan sukacita-Nya. Sehingga ini menjadi mengingat bahwa pekerjaan apapun yang Anda kerjakan hari ini akan Anda lakukan dengan penuh sukacita.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!