Membuat keputusan besar dalam hidup bukanlah hal yang sederhana. Baik itu soal pekerjaan, pernikahan, pendidikan, pelayanan, keuangan, atau masa depan keluarga, setiap pilihan dapat membawa perubahan besar yang panjang.
Kita ingin mengambil langkah yang benar, tetapi semakin banyak hal yang dipertimbangkan, semakin besar pula rasa takut untuk salah memilih. Pada saat seperti inilah kita membutuhkan lebih dari sekadar logika, saran orang lain, atau keyakinan terhadap kemampuan sendiri.
Kita membutuhkan hikmat, ketenangan, dan tuntunan Tuhan agar dapat melihat pilihan dengan lebih jernih. Meskipun Tuhan tidak selalu langsung memperlihatkan seluruh jalan di depan, firman-Nya memberi pegangan agar kita tidak berjalan sendirian saat menentukan keputusan besar dalam hidup.
1. Percayalah kepada Tuhan, Bukan Hanya kepada Pengertian Sendiri
Amsal 3:5-6
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
Salah satu tantangan terbesar ketika mengambil keputusan adalah keinginan untuk memahami semuanya terlebih dahulu. Kita ingin mengetahui hasil akhirnya, risiko yang mungkin terjadi, dan apakah pilihan tersebut benar-benar akan membawa kebaikan.
BACA JUGA: Kalau Kamu Didiagnosis HIV, Apa yang Akan Kamu Lakukan?
Namun, tidak semua hal dapat kita pahami sejak awal. Ada kalanya Tuhan meminta kita untuk percaya sebelum melihat jawaban secara utuh. Memercayai Tuhan bukan berarti mengabaikan pertimbangan yang matang, tetapi menyadari bahwa pengertian manusia memiliki keterbatasan.
Tuhan melihat apa yang tidak dapat kita lihat. Dia mengetahui apa yang ada di balik setiap pilihan dan sanggup mengarahkan langkah kita.
2. Ingat bahwa Tuhan Memiliki Rencana bagi Hidupmu
Yeremia 29:11
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Ketakutan sering muncul karena kita merasa satu keputusan yang salah dapat menghancurkan seluruh masa depan. Padahal, hidup kita tidak hanya ditentukan oleh satu pilihan atau satu kegagalan.
Tuhan sanggup bekerja melalui setiap proses, termasuk kesalahan, penundaan, rasa sakit, dan masa-masa sulit. Dia dapat memakai semuanya untuk membentuk karakter, memperkuat iman, dan membawa kita kepada tujuan yang lebih besar.
Masa lalu tidak menentukan akhir hidup kita. Kesalahan juga tidak memiliki kuasa lebih besar daripada kasih dan pemulihan Tuhan.
3. Mintalah Hikmat kepada Tuhan
Yakobus 1:5-6
“Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit —, maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.”
BACA JUGA: Perjalanan Salmafina Sunan Mengenal dan Menerima Yesus Sebagai Tuhan dan Juruselamat
Saat menghadapi keputusan besar, kita mungkin memiliki banyak informasi, tetapi tetap tidak tahu pilihan mana yang harus diambil. Informasi dapat membantu kita memahami keadaan, tetapi hikmat menolong kita menentukan langkah yang tepat.
Tuhan tidak pernah keberatan ketika kita datang kepada-Nya dan mengakui bahwa kita tidak tahu harus berbuat apa. Justru pengakuan tersebut menunjukkan bahwa kita sadar akan keterbatasan diri.
Mintalah hikmat melalui doa. Berikan waktu untuk menenangkan hati, membaca firman Tuhan, dan mendengarkan suara-Nya. Jangan mengambil keputusan hanya karena sedang panik, takut, atau tertekan oleh pendapat orang lain.
Sumber : Jawaban.com
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!