Panggilan Seorang Murid untuk Pergi

Renungan Harian / 20 May 2026

Panggilan Seorang Murid untuk Pergi
Lori Official Writer
      110

Lukas 10:2

"Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

 

 

Ayat ini sangat akrab di telinga kita — sering dikutip dalam khotbah, ibadah, bahkan unggahan media sosial. Namun kita sering melewatkan konteksnya: Yesus mengucapkan kata-kata ini tepat sebelum Ia mengutus tujuh puluh murid pergi berdua-dua (ayat 1).

Menarik bahwa Yesus memilih perumpamaan pertanian untuk menggambarkan pengutusan ini. Bukan tanpa alasan — pertanian adalah bagian hidup sehari-hari masyarakat pada zaman-Nya. Ketika Ia berkata "tuaian memang banyak," maksud-Nya jelas: masih banyak orang yang belum mendengar dan percaya kepada-Nya. Karena itu, para murid diutus untuk menjangkau mereka.

Perlu kita garis bawahi: mereka yang diutus adalah murid — orang-orang yang sudah diperlengkapi Yesus selama pelayanan-Nya. Namun Yesus tidak menjanjikan perjalanan yang mudah. Sebaliknya, Ia berkata, "Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala" (ayat 3). Mereka akan menghadapi penolakan. Namun meski begitu, mereka tetap pergi dengan sukacita.

Pengutusan ini bukan hanya tugas para misionaris atau lulusan sekolah teologi. Kata yang dipakai Yesus adalah "murid" — dan itu berarti setiap orang yang mengaku mengikut Kristus dipanggil untuk ambil bagian dalam penuaian jiwa.

Sayangnya, kita sering memelintir semangat Yesaya 6:8. Alih-alih berkata "Ini aku, utuslah aku," kita malah berkata, "Ini aku, utuslah dia." Tuhan tidak memilih-milih siapa yang layak diutus. Semua murid dipanggil untuk mengambil peran. Itulah mengapa Yesus meminta mereka berdoa — supaya lebih banyak pekerja, termasuk Anda dan saya, bersedia menjawab panggilan itu.

Tuhan memanggil kita menjadi murid yang menangkap beban ini dan bekerja dengan efektif bagi kerajaan-Nya.

 

Momen Refleksi:

Sudahkah Anda menangkap peran Anda sebagai murid Kristus? Apakah Anda bersedia diutus ke ladang yang sudah siap dituai?

Jika Anda masih ragu karena rasa takut atau belum siap melepaskan sesuatu yang Anda anggap berharga, dengarlah janji-Nya hari ini: "Kamu tidak mengerjakannya sendirian. Tuhan yang akan memperlengkapi dan menyertai."

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?