Dijamin oleh Tuhan, Sampai Akhir Zaman
Kalangan Sendiri

Dijamin oleh Tuhan, Sampai Akhir Zaman

Lori Official Writer
      156

Shalom saudaraku, apa kabarnya hari ini? Kiranya kita semua ada dalam keadaan baik-baik saja. Sekalipun sekitar kita tidak baik atau dunia tidak mengizinkan yang baik, kita tetap baik ya, saudara.

Ayat Renungan: Matius 28:20b“Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

 

Memasuki tahun ini, banyak dari kita menerima atau sedang menantikan visi baru dari Tuhan—sebuah arah, langkah, atau panggilan yang berbeda dari sebelumnya. Visi itu bisa berupa keputusan untuk melayani lebih sungguh, membangun keluarga dengan nilai yang baru, memulai karya yang berdampak, atau melangkah dalam ketaatan yang selama ini tertunda. Namun, bersamaan dengan visi itu, realitas hidup tidak selalu mendukung. Dunia terasa tidak stabil. Peperangan, bencana alam, perubahan zaman, dan ketidakpastian masa depan sering kali membuat kita ragu untuk benar-benar melangkah.

Di titik inilah firman Tuhan dalam Matius 28:20b menjadi sangat relevan. Ayat ini bukan sekadar janji penghiburan, tetapi sebuah jaminan ilahi bagi setiap orang yang melangkah dalam visi yang Tuhan berikan. Kalimat ini lahir setelah Yesus menyampaikan kehendak-Nya, arahan-Nya, dan tujuan-Nya bagi para murid. Dengan kata lain, penyertaan Tuhan selalu mengikuti panggilan Tuhan.

Amanat Agung mengajarkan prinsip ini: ketika Tuhan memberi arah, Dia juga memberi jaminan. Maka, ketika Tuhan menaruh visi baru dalam hidup Anda tahun ini—selama visi itu selaras dengan hati dan kehendak-Nya—Anda tidak melangkah sendirian.

Firman Tuhan ini menegaskan tiga kebenaran penting.

Pertama, penyertaan Tuhan adalah jaminan saat kita melangkah dalam visi-Nya.

Tuhan tidak pernah memanggil tanpa menjamin. Seorang penjamin harus lebih besar dari apa yang ia jamin, dan Tuhan adalah Penjamin yang tidak tertandingi. Dia berkuasa atas segala sesuatu, jauh melebihi nilai, kekuatan, dan pengaruh dunia. Maka ketika Tuhan berkata, “Aku menyertai kamu,” itu berarti Dia sendiri berdiri di belakang visi yang Ia berikan. Janji ini pasti, tidak dapat digoyahkan oleh keadaan apa pun.

Kedua, penyertaan itu bersifat “senantiasa” — di setiap proses menuju visi tersebut.

Visi Tuhan jarang digenapi dalam kondisi ideal. Akan ada masa lelah, ragu, bahkan takut. Ada musim ketika keadaan tampak mendukung, dan ada musim ketika segalanya terasa berat. Namun firman Tuhan menegaskan bahwa penyertaan-Nya tidak bergantung pada situasi kita, melainkan pada kesetiaan-Nya. Dalam segala musim dan keadaan, Tuhan tetap hadir menyertai langkah orang yang taat.

Ketiga, penyertaan Tuhan berlaku “sampai kepada akhir zaman”.

Artinya, visi Tuhan tidak dibatasi oleh perubahan zaman. Di era apa pun—baik di masa perubahan teknologi, pergantian kepemimpinan, atau ketidakpastian global—Tuhan tetap setia. Selama kita berjalan dalam kehendak-Nya, penyertaan itu tidak pernah berhenti sebelum tujuan-Nya digenapi.

Saudaraku, Tuhan yang menaruh visi dalam hidup Anda adalah Tuhan yang memiliki segalanya dan berkuasa atas segalanya. Ia tidak hanya memberi mimpi, tetapi juga menjamin langkah Anda di sepanjang perjalanan. Karena itu, jangan takut melangkah. Ketika visi itu berasal dari Tuhan, maka penyertaan-Nya adalah kepastian.

Hari ini, saya ingin menyampaikan kebenaran ini bahwa tidak ada waktu, tidak ada keadaan, dan tidak ada tantangan apapun yang mampu meniadakan penyertaan Tuhan atas hidup Anda ketika Anda setia melangkah dalam visi-Nya. Anda dijamin oleh Tuhan—setiap waktu, sampai visi itu digenapi.

Penjamin itu ada bersama dengan Anda. Tuhan Yesus memberkati.

 

Momen Refleksi:

Visi baru apa yang Anda rasakan Tuhan taruh dalam hati Anda di tahun ini?

Tantangan apa yang membuat Anda ragu untuk melangkah dalam visi tersebut?

Komitmen ketaatan apa yang ingin Anda ambil hari ini, dengan percaya bahwa Tuhan sendiri yang menyertai setiap langkah Anda?

Ikuti Kami