Rahasia Ketekunan Setia Hingga Akhir dalam Mengikut Tuhan
Kalangan Sendiri

Rahasia Ketekunan Setia Hingga Akhir dalam Mengikut Tuhan

Aprita L Ekanaru Official Writer
      70

Ayat Renungan: 

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:9

Pernahkah kamu merasa lelah karena terus berbuat baik, tetapi hasilnya seperti tidak terlihat? Sudah berdoa, sudah melayani, sudah berusaha hidup benar, namun keadaan seolah tidak berubah. Di titik seperti ini, banyak orang mulai bertanya dalam hati, masih perlu bertahan atau tidak? 

Firman Tuhan hari ini berbicara sangat jujur tentang kondisi tersebut. Rasul Paulus tahu bahwa berbuat baik secara konsisten tidaklah mudah. Ketekunan bukan hanya soal memulai dengan semangat, tetapi tentang kesetiaan untuk terus berjalan, bahkan saat hati mulai letih dan harapan terasa menipis. 

Kunci utama dari ketekunan adalah percaya bahwa Tuhan bekerja dalam proses, bukan hanya pada hasil akhir. Ayat Galatia 6:9 ini menegaskan satu janji penting: akan ada waktu menuai. Artinya, Tuhan tidak pernah menutup mata terhadap setiap kebaikan, doa, dan kesetiaan yang kita tabur. Masalahnya, sering kali kita ingin menuai lebih cepat dari waktu Tuhan. 

Ketika hasil belum terlihat, di situlah iman diuji. Kita diajak untuk tidak menjadi lemah, tidak menyerah, dan tidak berhenti hanya karena keadaan tidak sesuai harapan. Ketekunan sejati justru lahir saat kita memilih tetap taat meskipun tidak ada tepuk tangan, pujian, atau hasil instan. 

Berbuat baik bukan hanya soal tindakan lahiriah, tetapi sikap hati. Tetap mengasihi saat disakiti, tetap jujur saat orang lain mengambil jalan pintas, tetap setia saat tidak ada yang melihat. Semua itu tidak sia-sia di hadapan Tuhan. Setiap langkah kecil yang dilakukan dengan hati yang benar memiliki nilai kekal. 

Hari ini, Tuhan mengundang kamu untuk kembali menguatkan hati. Jangan ukur kesetiaanmu dengan kecepatan hasil, tetapi dengan ketaatanmu. Jika Tuhan memanggil kamu untuk menabur, maka bagian-Nya adalah menentukan waktu menuai. 

Mintalah kekuatan baru untuk tetap setia hingga akhir. Ingat, mereka yang bertahan bukan hanya yang kuat, tetapi mereka yang terus berharap kepada Tuhan. Teruslah melangkah. Tetaplah setia. Waktu Tuhan selalu tepat, dan tuaian itu nyata bagi mereka yang tidak menyerah.  

Refleksi diri: 

1. Di bagian mana dalam hidupku saya mulai merasa lelah berbuat baik dan hampir ingin menyerah? 

2. Apakah saya masih setia melakukan kehendak Tuhan meskipun belum melihat hasil atau apresiasi dari orang lain? 

Ikuti Kami