Titipan untuk Dikelola, Bukan Milik yang Harus Dihabiskan

Renungan Harian / 24 September 2026

Titipan untuk Dikelola, Bukan Milik yang Harus Dihabiskan
Lori Official Writer
      703

Ulangan 8:18

"Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini."

 

Sepanjang minggu ini, kita masih belajar menjadi pengelola yang baik atas segala sesuatu yang Tuhan titipkan kepada kita, termasuk pendapatan dan uang yang kita miliki.

Ada satu pertanyaan yang perlu kita jawab secara pribadi: selama ini, bagaimana kita memandang setiap pendapatan yang kita terima, entah setiap bulan atau setiap minggu?

Jujur saja, tidak sedikit dari kita masih berpikir bahwa apa yang kita miliki sepenuhnya adalah hak kita, sehingga bebas dipakai sesuka hati—toh itu hasil kerja keras kita sendiri. Semakin besar jumlahnya, biasanya kita justru semakin protektif dan berkata, "Ini uang saya, jadi saya berhak memakainya untuk apa pun."

Anggapan itu tidak sepenuhnya salah. Namun jangan sampai kita lupa bahwa segala yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipan yang Tuhan percayakan untuk dikelola dengan baik. Inilah yang Musa tegaskan dalam ayat renungan hari ini: "Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan" (Ulangan 8:18). Ayat ini menunjukkan dengan jelas dari mana sesungguhnya sumber kekayaan itu berasal—bukan dari diri kita sendiri, melainkan dari Tuhan yang memberi kekuatan untuk memperolehnya.

Sebagai pengelola yang baik, tanggung jawab kita adalah memakai setiap rupiah dengan bijak. Jika kita sudah setia mengalokasikan sepersepuluh sebagai persembahan bagi Tuhan, langkah berikutnya adalah mengelola sisanya dengan penuh kehati-hatian (Amsal 21:20). Kegagalan menetapkan prioritas sering kali menjadi pintu masuk menuju kekurangan. Kebiasaan boros, menghabiskan pendapatan dalam sekejap, ikut-ikutan tren, dan memaksakan gaya hidup yang tidak sesuai penghasilan—semua ini adalah awal mula kegagalan kita sebagai pengelola keuangan.

Jika selama ini Anda masih bergumul dalam pengelolaan keuangan, mari mulai memperbaikinya hari ini. Pertama, tanamkan pola pikir bahwa pendapatan kita adalah titipan, bukan milik mutlak. Kedua, sadari bahwa kita dipercayakan sebagai pengelola yang bertanggung jawab atas titipan itu. Ketiga, mulailah membuat pengaturan keuangan yang jelas dan biasakan menetapkan prioritas utama yang harus dipenuhi lebih dahulu.

Ketika kita berhasil mengelola apa yang ada di tangan kita, dan hidup kita tidak pernah kekurangan, di situlah kita telah menjadi pengelola yang baik di hadapan Tuhan.

 

Pertanyaan Refleksi:

1. Setelah menyisihkan bagian untuk Tuhan, bagaimana cara Anda selama ini mengalokasikan sisa pendapatan dengan bijak?

2. Adakah kebiasaan atau cara pengelolaan keuangan yang seringkali membuat Anda menghadapi masalah keuangan?

  

Junita Harefa
Junita Harefa 24 September 2026 16:20

Amin

Milka Sifra
Milka Sifra 24 September 2026 16:18

Amin..

Iin Zebua
Iin Zebua 24 September 2026 07:10

Blessed 💐

kristina mendrofa
kristina mendrofa 24 September 2026 07:10

Blessed

Kiki Fatmala Harefa
Kiki Fatmala Harefa 24 September 2026 07:10

aminn

Paskah Telaumbanua
Paskah Telaumbanua 24 September 2026 05:51

Amin.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?