Mazmur 90:12
"Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana."
Waktu menjadi satu dari semua hal yang Tuhan percayakan kepada kita. Waktu kita akan selamanya berhenti ketika sudah selesai dari dunia ini, dan masa itu hanya ada di dalam tangan Tuhan.
Jika uang bisa datang dan pergi, atau harta bisa diwariskan, maka waktu adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa diulang atau diganti. Adalah suatu bentuk ucapan syukur kalau kita masih bisa menjalani hari demi hari dan menyadari betapa berharganya setiap detik yang kita punya di dunia ini.
Inilah yang diungkapkan pemazmur dalam doanya. Ia tidak meminta umur yang panjang atau hari-hari yang lebih banyak, tetapi dia meminta supaya menjadi pribadi yang bijak di dalam menggunakan waktu yang dia punya.
Permohonan ini muncul dalam konteks perenungan tentang singkatnya usia manusia di tengah dunia ini. Beberapa ayat sebelumnya, pemazmur menggambarkan hidup manusia yang cepat berlalu bagaikan mimpi maupun rumput yang bertumbuh di pagi hari lalu layu pada petangnya. Karena itu, permintaan untuk "menghitung hari" bukan sekadar soal menghitung usia, melainkan permohonan agar Tuhan memberi kebijaksanaan dalam memakai setiap waktu yang tersisa, sehingga hidup kita benar-benar bermakna dan tidak sia-sia.
Rasul Paulus juga mengingatkan hal serupa dalam Efesus 5:15-16, "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat." Dia mendorong kita untuk menyadari bahwa waktu itu terbatas dan penuh dengan gangguan yang akan selalu membuat kita tidak fokus pada tujuan akhir hidup kita.
Jadi, sebagai pengelola waktu yang Tuhan percayakan, kita dipanggil untuk menyadari bahwa setiap pagi yang kita sambut adalah anugerah - bukan sesuatu yang akan selamanya kita nikmati. Di dalam satu hari, kita diberikan waktu untuk memakainya dengan bijaksana - entah itu untuk bekerja, berdoa, istirahat, belajar, mengasuh anak, menolong sesama dan masih banyak lainnya. Mari pergunakan setiap detik hidup kita untuk memakainya dengan penuh tanggung jawab. Karena demikianlah, Tuhan memperhitungkan upah yang akan kita terima kelak.
Refleksi Pribadi:
1. Jika Anda sudah menyadari betul bahwa Anda adalah hanyalah pengelola waktu yang Tuhan percaya, apa saja hal-hal yang sudah Anda lakukan untuk memakai waktu Anda dengan bijaksana?
2. Mari ceritakan bagaimana Anda mengelola waktu yang Anda punya setiap hari baik di dalam bidang pekerjaan Anda, keluarga, pertemanan maupun lingkungan sosial Anda?
Baca Juga Renungan Lainnya:
Pemberianmu Bisa Memberkati Orang Lain
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Blessed.