Mengampuni Tujuh Puluh Kali Tujuh Kali
Kalangan Sendiri

Mengampuni Tujuh Puluh Kali Tujuh Kali

Lori Official Writer
      96

Matius 18: 21-22

"Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: 'Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?' Yesus berkata kepadanya: 'Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.'"

 

Hari ini atau mungkin di minggu-minggu ini, Anda mungkin sedang berada di posisi sudah "lelah" memberikan "maaf" ke orang yang sama. Mungkin itu adalah pasangan Anda yang berjanji tidak lagi main game, tapi masih saja diulangi. Atau Anda menyimpan pahit hati karena rekan kerja Anda menjatuhkan Anda diam-diam. Sama seperti rekan sepelayanan di gereja yang selalu mengkritik pekerjaan Anda meskipun Anda sudah berdedikasi tinggi. Kita tahu kita harus mengampuni, tetapi cukup berat untuk kita melepaskan pengampunan itu.   

Tetapi dari perintah Yesus, kita akan belajar hal yang sangat penting hari ini yaitu "mengampuni bukanlah soal perasaan kita yang sedang terluka, melainkan soal ketaatan kita kepada Firman Tuhan."

Di Matius 18: 21-22, kita bisa baca kalau Petrus mengira bahwa mengampuni hanya perlu dilakukan tujuh kali. Tapi tidak dengan standar yang Tuhan Yesus tetapkan. Dia melontarkan sesuatu yang mengejutkan semua orang bahwa mengampuni harus dilakukan "tujuh puluh kali tujuh kali". Artinya, standar pengampunan yang Tuhan Yesus tetapkan tidak ada batas waktu atau kuota. Mengampuni adalah gaya hidup yang harus kita jalani setiap hari, karena Tuhan pun tidak pernah berhenti mengampuni kita.

Saya pernah mengalami rasa sakit hati kepada orang tua saya sendiri. Saya menyimpannya bertahun-tahun - membuat hati saya penuh dengan rasa benci dan kepahitan. Tetapi, Firman Tuhan menegur saya dengan lembut tapi tegas. Saya tahu Dia mengasihi saya dan ingin membebaskan saya dari penjara rasa sakit yang mematikan ini. Jadi Dia menegur saya lewat khotbah yang saya dengar di suatu ibadah: "...sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." (Kolose 3:13).   

Jika saya yang berdosa ini saja diterima dan diampuni oleh Tuhan, siapa saya sampai berani menahan maaf bagi orang lain? Mengampuni memang tidak langsung membuat rasa sakit hilang, tapi itu adalah langkah pertama agar Tuhan bisa menyembuhkan hati kita.

Yesus mengingatkan bahwa jika kita menutup pintu maaf bagi sesama, kita sebenarnya sedang menutup pintu bagi damai sejahtera Tuhan di hati kita sendiri. Saat kita melepaskan pengampunan, kita tidak sedang membebaskan orang yang bersalah itu dari tanggung jawabnya, tapi kita sedang membebaskan hati kita sendiri dari beban rasa sakit dan benci yang menekan.

 

Action Praktis:

Mari sebut nama orang yang paling sulit Anda maafkan, lalu katakan, "Tuhan, aku mengampuni dia, berkatilah hidupnya."

Ikuti Kami