Melihat Masa Depannya, Bukan Gagalnya

Youth / 28 June 2026

Melihat Masa Depannya, Bukan Gagalnya
Sumber: Canva.com
Aprita L Ekanaru Official Writer
121

"Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus; tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus."

(Kisah Para Rasul 15:37-38)

 

Saudaraku, mengasihi orang yang mudah dikasihi itu tidak sulit. Mereka yang setia, yang selalu ada, yang tidak pernah mengecewakan—kita pun dengan ringan membuka hati bagi mereka. Tapi bagaimana dengan orang yang pernah mengecewakan kita? Yang meninggalkan saat kita membutuhkannya? Yang gagal memenuhi harapan kita?

Di sini kita melihat sesuatu yang sangat manusiawi. Paulus, dengan ketegasan dan visinya, menolak Markus karena pernah meninggalkan pelayanan. Dari sudut pandangnya, itu masuk akal. Tapi Barnabas melihat dari sudut yang berbeda. Ia tidak hanya melihat kegagalan Markus, tapi ia melihat masa depannya. Ia memilih memberi kesempatan kedua.

Kalau dipikir-pikir, bukankah sering kali kita lebih mirip Paulus? Ketika seseorang mengecewakan kita, refleks pertama kita adalah menjaga jarak, bahkan menutup pintu. Kita tidak mau terjebak lagi dalam kondisi yang sama. Dan itu wajar, karena luka memang nyata.

Namun kisah ini mengajak kita bertanya lebih dalam. Apakah kita hanya mau mengasihi orang yang sempurna, atau kita juga mau memberi ruang bagi mereka yang masih dalam proses? Karena kalau jujur, kita pun pernah ada di posisi Markus—pernah gagal, pernah mundur, pernah tidak setia.

Saudaraku, memang lebih mudah mengingat kesalahan orang lain daripada memberi mereka kesempatan lagi. Tapi di saat yang sama, Tuhan mengingatkan bahwa kita pun hidup dari kesempatan kedua, ketiga, bahkan berkali-kali yang Dia berikan.

Barnabas mencerminkan hati Kristus, hati yang tidak buru-buru menolak, tetapi sabar memulihkan. Dan hasilnya tidak sia-sia. Markus yang dulu dianggap “tidak layak”, akhirnya menjadi pribadi yang sangat berguna. Bahkan dipakai Tuhan menulis Injil.

Saudaraku, mungkin hari ini ada nama yang muncul di pikiranmu, seseorang yang pernah melukai atau membuatmu kecewa. Tuhan tidak selalu meminta kita langsung percaya sepenuhnya lagi, tetapi Dia mengundang kita untuk mulai membuka hati, memberi ruang, dan tidak menutup masa depan seseorang hanya karena masa lalunya.

Karena pada akhirnya, kasih yang sejati bukan hanya tentang menerima yang sempurna, mtetapi tentang memberi kesempatan bagi yang sedang dipulihkan.

Refleksi diri:

1. Siapa orang yang pernah mengecewakan aku, tetapi mungkin Tuhan sedang minta aku untuk melihatnya dengan belas kasih, bukan luka?

2. Apakah aku mau memberi kesempatan kedua, seperti Tuhan terus memberi kesempatan kepadaku?

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Komentar

Memuat komentar...

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?